Surat Perjanjian Sewa Menyewa Rumah

Dalam proses sewa menyewa rumah adalah penting dibuatkan Surat Perjanjian oleh kedua belah pihak dimana surat perjanjian ini adalah surat untuk mengikat kedua belah pihak selama masa sewa rumah berlangsung.

Kadang memang hal sewa menyewa rumah sedikit agak sepele,  kadang orang sudah terbiasa melaksanakan proses sewa menyewa  dengan mudah dan cepat saja, serahkan uang lalu buat kuitansi dan sudah bisa langsung menempati rumah yang disewakan. Padahal selam proses sewa itu ada saja yang mungkin gangguan bagi pihak penyewa, misalnya  ada bagian rumah yang rusak sehingga si penyewa tidak bisa menempati rumah dengan nyaman misalnya adanya atap yang bocor. Ketika si penyewa meminta kepada pemilik rumah atau yang menyewakan untuk memperbaiki  mungkin pihak yang menyewakan akan memberikan alasan dan menyatakan perbaikan tanggung jawab si penyewa.

Bagi pihak yang menyewakan bisa juga mengalami kejadian yang kurang baik,  pada saat masa sewa sudah selesai pihak yang menyewakan bisa saja  kecewa karena sebagian rumah nya mungkin mengalami kerusakan atau ada bagian yang  dibongkar oleh penyewa. Sewaktu pihak penyewa sudah pergi, pihak yang menyewakan tidak bisa berbuat apa apa karena bisa saja pihak si penyewa menyatakan tidak ada perjanjian apa apa.

Untuk mengatasi hal hal demikian   pihak penyewa dan pihak yang menyewakan  membuat surat perjanjian dimana surat perjanjian dibuatkan untuk tujuan yang saling  menguntungkan bagi kedua pihak . Dalam pembuatan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Rumah  , hal hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1.  Isi Surat Perjanjian harus jelas menuangkan :
    • Identitas Pihak Penyewa dan Pihak Yang Menyewakan
    • Lingkup / Objek sewa menyewa, Jangka Waktu Perjanjian / masa sewa, harga sewa dan cara pembayaran
    • Hak dan Kewajiban dari Pihak Penyewa dan Pihak Yang Menyewakan dan hal tambahan yang perlu dimuat dalam pengikatan kedua belah pihak
    • Pengakhiran Perjanjian dan Penyelesaian Perselisihan
  2. Surat Perjanjian   dibuat dalam bahasa yang jelas dan mudah dimengerti
  3. Surat Perjanjian dibuat dalam rangkap dua  dan ditandatangani oleh kedua pihak yang dibubuhi meterai secukupnya, dan ditandatangani oleh saksi saksi dari kedua belah pihak. Jika surat perjanjian lebih dari 1 halaman, maka masing masing halaman harus dibubuhi paraf oleh kedua belah pihak dan saksi.
  4. Surat Perjanjian perlu dilampiri gambar/foto rumah , foto copy identitas pihak penyewa (KTP dan Kartu Keluarga), Kwitansi  dimana menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dalam perjanjian.

Contoh surat perjanjian sewa menyewa rumah  dalam bentuk word dapat anda lihat di sini.

Semoga bermanfaat !!!

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: