Perlukah memeriksa pasir yang kita beli ?

Saat kita menerima pasir yang sampai dilokasi bangunan kita,  perlu melakukan pemeriksaan  truk yang membawa pasir saat sampai dilokasi dan saat  pasir diturunkan. Pemeriksaan dilakukan terhadap 2 komponen   yaitu segi kualitas dan segi jumlah (volume) pasir . Walaupun saat kita meninjau tempat pembelian pasir tersebut sudah kita anggap baik tapi kita harus tetap waspada terhadap truk yang membawa pasir tersebut. Terutama untuk pengantaran material  dimana truk disediakan oleh supplier, kerena ada kemungkinan pasir yang kita terima tidak sesuai dengan yang kita lihat di tempat pengambilan.

Saat truk sudah sampai dilokasi, kita harus memperhatikan jenis pasir yang kita terima apakah baik, secara pandangan mata harus diperhatikan bahwa pasir tidak banyak mengandung lumpur dan tidak banyak mengandung batu batuan.

Untuk segi volume harus dipastikan bahwa volume yang sampai dilokasi harus sesuai dengan pesanan. Saat melakukan pemesanan kepada supplier anda harus memastikan bahwa pembelian adalah berdasarkan volume (m3). Jika anda perhitungan dilakukan berdasarkan per truk harus dipastikan sampai batas mana ketinggian atas pada bak truk.

Karena sering terjadi permasalahan jumlah pasir yang masuk ke lokasi tidak sesuai volume yang diharapkan, kadang jumlah pasir dalam truk tidak penuh . Ada beberapa hal yang bisa mengakibatkan volume pasir tidak sesuai sampai ke lokasi kita :

  1. Unsur kesengajaan ,
  2. Pekerja melakukan secara terburu buru, kadang untuk mengejar target pekerja merasa jumlah yang dikerjakan sudah cukup padahal belum sesuai.
  3. Kehilangan saat dalam perjalanan, bisa diakibatkan bak truk yang ada bocor sehingga pasir tercecer.
  4. Hal lainnya

Secara sederhana dapat kita perhitungkan kerugian yang kita alami jika  terjadi volume pasir dalam truk tidak sesuai dengan kesepakatan:

Misalnya ukuran bak truk adalah : 

Jika rata rata dalam 1 kali pengiriman jumlah ketinggian pasir kurang 10 cm , maka volume kekurangan dalam 1 kali pengiriman adalah :

 

Jika dalam 10 kali pengiriman terjadi pengurangan ketinggian pasir dalam truk rata rata 10 cm  berarti jumlah kekurangan pasir yang terjadi adalah 6.8 m3 dan sudah melebihi volume dalam 1 truk. Dengan kata lain dapat dikatakan kita membeli pasir 10 truk tapi jumlah sebenar yang diterima hanya 9 truk.

Contoh kecil ini adalah hal yang  membuat kita   harus memeriksa volume pasir yang masuk ke lokasi kerja kita. Kenapa dikatakan demikian, karena penggunaan material pasir dalam pembangunan sebuah rumah adalah cukup besar karena hampir dipergunakan dalam setiap bagian struktur mulai dari pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan dinding, pekerjaan lantai dan lainnya. Sehingga kita tidak menginginkan adanya kerugian yang banyak saat kita membangun rumah.

Jadi untuk mendapatkan hasil yang  maksimal supaya tidak terjadi kerugian  ada beberapa hal yang bisa dilakukan :

  1. Membuat perjanjian dengan pihak supplier bahwa jumlah yang harus dibayarkan adalah berdasarkan volume pasir yang masuk sampai dilokasi.
  2. Dalam perjanjian dinyatakan setiap pasir yang masuk harus diukur saat masuk dilokasi dan dibuat dalam Berita Acara Penerimaan  Material yang menuangkan jumlah volume material yang sampai dilokasi dan  harus ditandatangani bersama sama oleh pihak pengantar dan pihak penerima (pembeli), lalu Berita Acara ini dijadikan sebagai dasar pembayaran .
  3. Dalam perjanjian juga perlu dituangkan bilamana kwalitas pasir yang masuk tidak sesuai maka pihak pembeli bisa menolak untuk menerima pasir yang masuk.

 

Semoga bermanfaat!!!

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: