Archive for September, 2011

Stamper

Satmper atau istilah umum lainnya disebut stamping rammer adalah alat mesin yang dipergunakan untuk pemadatan tanah.  Alat ini merupakan alat yang sangat membantu untuk mempercepat proses pemadatan tanah timbun maupun pemadatan tanah asli kohesif. Disamping sebagai alat untuk pemadatan untuk bangunan gedung alat ini juga sering dipergunakan dalam pekerjaan pemadatan jalan , halaman dan juga untuk pekerjaan pemadatan timbunan lainnya.

Alat stamper saat ini banyak tersedia dalam bentuk dan model sesuai dengan merek pabrikan. Secara umum bagian dan cara kerja alat adalah sama . Alat ini umumnya meruapakan alat mesin yang menggunakan bahan bakar bensin dalam pengoperasian mesinnya.

Alat mesin ini secara umum terdiri dari bagian :

  1. Mesin, direncanakan sedemikian rupa oleh pabrikan sebagai sumber tenaga untuk mengubah rotasi roda gigi untuk mendapatkan gerakah vertikal secra timbal balik.
  2. Bingkai Pelindung dan Pegangan Pengarah. Adalah bagian alat luar yang dibentuk untuk melindungi bagian mesin dan juga menempatkan pegangan untuk dijadikan sebagai pengarah gerakan secara horizontal. Biasanya dibuatkan pegangan besi yang bisa dipegang oleh mekanik untuk mengarahkan alat sesuai dengan tempat yang akan di padatkan.
  3. Kaki Hentak. Adalah bagian alat yang direncanakan sedemikain rupa melanjutkan gerakan vertikal timbal balik dari mesin dimana dengan menempatkan pegas yang dipasangkan bergerak turun naik sehingga terjadi tumbukan dengan tenaga yang besar terhadap permukaan yang ditumbuk.
  4. Plat Tumbuk, adalah bagian alat yang terdapat dibawah kaki hentak yang merupakan bagian alat yang berhubungan langsung dengan permukaan tanah yang ditumbuk.

Cara Pemakaian Alat Stamper:

Pengecekan Alat

Sebelum pengoperasian mesin, terlebih dahulu harus memeriksa minyak yang ada dalam tanki mesin . Dianjurkan minyak tidak boleh terlalu penuh, karena dikhawatirkan oleh getaran yang cukup besar minyak akan bisa tertumpah. Bagian bagian mesin seperti mur dan baut harus diperiksa dimana tidak boleh ada yang longgar, kencangkan setiap mur dan baut untuk menghindari resiko pekerjaan dan juga memberikan pelumasan terhadap bagian yang dibutuhkan.

Menghidupkan Mesin

Buka katup bahan bakar ke posisi terbuka, kemudian atur posisi mesin ON/OFF ke posisi ON. Tarik grip pegangan secara cepat hingga mesin bunyi dan posisi hidup.. Setelah posisi mesin sudah hidup lakukan pemanasan kira kira 3- 5 menit pada kecepatan mesin yang dalam kondisi kecepatan rendah. Pada saat ini dialakukan pengecekan terhadap kebocoran gas dengan mengindentifikasi suara normal atau tidak.

Menjalankan alat

Setelah mesin dipanaskan kira kira 3-5 menit   pada kecepatn rendah secara perlahan lahan diatur posisi kecepatan tuas dengan memindahkan kait pengatur secara perlahan lahan  untuk menghidnari kerusakan kopling.  Stelah kait pengatur sudah di atur ke posisi kecepatan yang dibutuhkan  dengan perlahan alat diarahkan ke tempat yang akan dipadatkan dengan mengatur posisi pada pengangan mesin. Kecepatan arah horizontal harus diseimbangkan oleh operator , dimana harus dihindari pemadatan  disatu posisi pada jangka waktu yang cukup lama karena akan menyebabkan pergeseran arah horizontal akan sulit karena perbedan ketingggian, dimana dianjurkan alat berjalan secara kontiniu. Jika dibutuhkan pemadatan kembali ditempat diinginkan dapat dialakukan dengan menjalankan alat ketempat semula (putaran berikutnya).

 Pemeliharaan dan Penyimpanan Alat Stamper

Alat stamper harus dirawat secara berkala  baik terhadap mesin dan bagian lainnya, umunya harus dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap saluran bahan bakar, pemberian oli  mesin , dan pelumasan terhadap bagian kaki penghentak.

Untuk penyimpanan dianjurkan disimpan ditempat yang kering dan agak dingin. Tempat penyimapana juga dianjurkan dibuatkan rak penahan dimana alat disimpan tetap dalam keadaan berdiri dan harus terhindar dari benturan atau senggolan yang bisa menyebabkan alat terjatuh. Saat penyimpanan dianjurkan posisi minyak dalam alat dalam keadaan kosong.

Leave a comment

Jangka Sorong

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang sangat penting dipergunakan untuk melakukan pengukuran yang lebih teliti, umumnya alat ini dipergunakan untuk mengukur diameter luar, ukuran ketebalan dan juga ukuran dalam dari suatu benda. Saat ini jangka sorong ada yang tersedia dengan pengukuran secara manual dan pengukuran secara digital. Untuk pengukuran secara manual agak sedikit rumit dimana harus diketahui cara perhitungan nilai hasil ukuran. Sedangkan untuk jangka sorong digital hasil ukuran sudah didapatkan langung pada layar ukur.

Umunya bahan jangka sorong terbuat dari besi stainless dan ukuran harus sesuai dengan ukuran standard yang diisyaratkan. Dalam bangunan umumnya jangka sorong adalah alat yang sangat penting dipergunakan dalam pengukuran diameter besi.

Cara Pemakaian Jangka Sorong Manual :

Untuk pengukuran diameter besi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Tempatkan besi pada bagian ujung alat jangka sorong
  2. Lakukan pergeseran skala geser hingga diameter besi sudah tepat bersinggungan dikedua sisi bagian ukur jangka sorong.
  3. Kuncikan alat pengunci pada skala geser.
  4. Untuk mendapatkan nilai diameter besi dapat dilihat sebagai beikut. Lihat angka di skala diam dimana tepat dikiri angka nol skala geser (titik A). Kemudian lihat angka diskala geser dimana tepat garis bersinggungan dengan garis diskala diam (titik B).
  5. Maka nilai dimeter besi adalah A + (0.01 x B).

Pemeliharaan Jangka Sorong.

  1. Hindari penempatan alat pada tempat tempat yang panas karena dapat menyebabkan alat akan memuai sehingga hasil ukur tidak normal.
  2. Hindari penempatan ukuran yang dibebani oleh benda lainnya karena alat bisa jadi melengkung.
  3. Setiap selesai pemakaian usahakan alat sealu dibersihkan dan diolesi dengan minyak supaya alat tidak lekas berkarat.

Semoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Plesteran

Plesteran adalah proses yang dilakukan dalam pekerjaan konstruksi yang meliputi pekerjaan penempatan bahan adukan perekat terhadap suatu bidang kasar yang ditujukan supaya permukaan menjadi rata. Penerapan umumnya ditujukan untuk meningkatkan penampilan permukaan dan secara konstruktif juga ditujukan untuk melindungi bidang dari cuaca seperti hujan, panas , dan lainnya. Bahan plesteran yang umum digunakan adalah menggunakan mortar yang juga sering disebut dengan plesteran. 

Tujuan Plesteran :

Tujuan utama dari plesteran  adalah sebagai berikut:

  1. Untuk membuat permukaan sebuah dinding lebih rapi, lebih bersih dan juga untuk membuat kesan penampilan lebih indah.
  2. Melindungi permukaan dari pengaruh cuaca dan iklim
  3. Untuk menutupi cacat atau kerusakan pada dinding atau bidang yang ditutupi.
  4. Menutupi kualitas bahan yang kurang baik pada  pasangan bata, sehingga dimungkinkan penambahan kekutan oleh penutupan dengan plesteran.
  5. Menjadikan dasar yang baik untuk proses pengecatan pada dinding
  6. Dengan plesteran maka penempelan debu akan lebih kecil pada dinding dibandingakan debu langsung menempel pada pasangan batu bata.
  7. Mempermudah pencucian atau pembersihan pada dinding

Jenis Plesteran :

  1. Plester semen  atau Mortar Semen  : Bahan yang paling sering digunakan dalam plesteran adalah adukan antara pasir dengan semen sehingga sering disebut orang dengan plesteran semen atau mortar semen. Perbandingan campuran pasir dengans semen adalah tergantung kepada jenis dan fungsi pemakaian plesterannya, komposisi yangs ering dipakai adalah  1 semen : 3 pasir, 1 semen : 4 pasir dan pemakaian 1 semen : 5 pasir sangat jarang dipergunakan. Cara pencampuran adukan adalah dengan terlebih dahulu mencampur pasir dan semen sesuai komposisi, dicampur secara merata kemudian diaduk dengan air sesuai dengan kekenyalan dan keliatan yang dibutuhkan. Campuran air tidak boleh terlalu cair karena akan sulit ditempelkan ke dinding demikian juga adukan yang terlalu kering sanat sukar menempel ke dinding dan ikatan yang tidak bagus. Waktu maksimum pemakaian dari adukan yang  baik adalah maksimal 30 menit setelah  plesteran  dicampurkan/ diaduk.
  2. Plester kapur atau Mortar Kapur.  Plesteran kapur menggunakan bahan kapur sebagai campuran dalam pembuatan adukan mortar dimana biasanya perbandingan komposisinya adalah 1 kapur : 1 pasir. Jenis plesteran ini sebtulnya jarang dipergunakan, umumnya dipergunakan didaerah tertentu yang banyak terdapat bahan kapur. Sebagai bahan adukan mortar penggunaan kapur harus mengikuti syarat teknis dimana kapur yang akan duipergunakan harus diolah secara mekanis sehingga didapatkan ukuran butir yang seragam. Ukuran yang diijinkan tidak boleh terlalu bangyak mengandung ukuran butiran halus . Secara fisik kapur yang dipergunakan harus bersih dari kandungan laiinya, berbutir tajam dan tidak tercampur oleh zat kimiawi lainnya. Dalam pencampuran dengan semen harus menggunaka air yang bersih.  Kapur yang baik dipergunakan untuk pleateran adalah jenis kapur yang yang berlemak dan tidak bangyak mengandung serpihan, dimana jenis kapur yang kurang berlemak dan banyak mengandung serpihan biasanya cepat membuat permukaan plesteran menjadi rusak seperti  kusam dan juga retakan retakan.  Untuk meperkuat ikatan plesteran kapur biasanya harus menambahkan semen sehingga jenis plesteran jenis kapur ini agak sedikit boros.  
  3. Plester Tanah Liat : Jenis plesteran ini bisanya dipergunakan secara tradisional. Biasanya pletaeran tanah liat ini tidak jauh bedanya bagaimana mengolah tanah liat menjadi batu bata. Dalam pelaksanaannya plesteran ini dilakukan dengan pencampuran adonan tanah liat dengan jerami yang sudah dihaluskan. Dan kadang didaerah tertentu tanah liat juga dicampurkan dengan kotoran sapi. Proses pencampurannya adalah dengan melakuan pengadukan secara basah antara tanah liat dengan jearmi halus atau kotoran sapi kemudian selama 7 hari adukan dibiarkan secara terbuka dan disiram secara berkala dan kontiniu.  Kemudian setelah tiba saat pelaksanaan plesteran adukan diambil dan kemudian dicampur dengan air secuai dengan kelatan dan keliatan yang diinginkan saat plesteran.

 

 

 

Leave a comment

Cara Memasang Lantai Kayu – Laminate Flooring

Mengerjakan lantai kayu Laminate flooring di atas lantai semen di rumah kita dapat kita lakukan sendiri dengan mudah dan sederhana. Dengan kesabaran dan sedikit energi, anda dapat mengerjakan sendiri untuk mendapatkan keindahan lantai di ruangan yang anda miliki. 

Untuk membantu anda dalam mengerjakan laminate flooring di ruangan anda , berikut panduan yang mungkin bisa anda gunakan.

Tahap Pertama : Pemeriksaan Kekuatan dan kerataan Lantai Dasar.

Lantai ruangan yang akan dipasangkan lantai kayu laminate flooring sebelumnya harus dichek kekuatan dan kerataan lantainya. Lantai dasar yang terbuat dari semen harus dipastikan tidak terdapat butiran atau bekas gundukan semen sehingga akan menyulitkan pemasangan lantai laminate flooring. Jika terdapat lantai yang dianggap kurang kuat segera dilakukan perbaikan.

Tahap Kedua : Penyesuaian Ruangan
Laminate floor sangat sensitif dengan kondisi suhu  dan kelembaban yang mana dapat mempengaruhi papan lantai. Lantai kayu laminate floor harus dilakukan penyesuaian suhu dan kelembaban ruangan di dalam rumah setidaknya  48 jam sebelum instalasi. Penyesuaian suhu dan kelembaman dapat dilakukan dengan cara menempatkan laminate flooring secara datar di lantai ruangan yang akan dipasang. Sebelum diletakkan di lantai semua bungkusan plastik pada lembaran laminate floring terlebih dahulu harus dibuka. Lembaran ditempatkan setidaknya tidak saling bertindih, tapi setidaknya harus disediakan ruang kerja untuk memotong dan memasang .

Tahap Ketiga: Membersihkan permukaan lantai dasar

Lantai dasar harus dibersihkan dari segala kotoran dan jenis minyak  dari permukaan lantai dasar. Sebelum pemasangan harus dipastikan dalam keadaan kering.

Tahap Keempat: Pemasangan Lembaran Penghalang Uap

Sebelum memasangkan lembaran kayu laminate flooring , latai terlebih dahulu harus ditutupi dengan lembaran yang dapat mengahalangi penguapan langsung dari lantai ke kayu. Untuk itu terlebih dahulu lantai dasar ditutupi dengan lembaran sejenis aluminium foil atau sejenis lembaran plastik lainnya. Lembaran ini harus saling menutupi supaya penguapan benar benar tidak bisa langsung terhubung ke kayu laminate flooring.

Tahap Kelima :  Setting  elevasi atas permukaan kayu  di bawah pintu

Untuk ruangan yang mempunyai pintu ,  terlebih dahulu harus ditentukan setting elevasi permukaan atas dari laminate flooring yang akan dipasangkan. Elevasi atas harus benar benar disetting sebaik mungkin supaya pintu dapat bergerak bebas waktu dibuka dan ditutup dan juga tidak mempunyai celah yang cukup besar ke lantai kayu yang sudah terpasang. Ikuti elevasi yang di setting ini ke seluruh ruangan yang ada, dan lakukan pembuatan benang panduan untuk elevasi ketinggian permukaan seluruh ruangan.

Tahap Keenam : Pemasangan Lembaran  Pertama

Untuk tampilan terbaik, letakkan  lembaran papan laminate flooring sejajar dengan dinding terpanjang.Pasang lembaran pertama dengan alur ke arah dinding. Letakkan lembaran dengan  jarak kira kira 1 cm dari dinding dan kemudian dorong papan ke arah dinding. Ruang ini ditujukan untuk mendapatkan space penggeseran lembaran berikutnya jika kondisi dinding yang tidak segaris sehingga pada ujung berikutnya masih mudah menggeser untuk mendapatkan kerataan terhadap dinding. Anda dapat mengatur spaser (jarak pandu) pada jarak lembaran berikutnya .

Tahap Ke Tujuh: Pemasangan Lembaran Berikutnya
Untuk pemasangan lembaran berikutnya anda sebelumnay sudah mempersiapkan lidah sambungan terhadap lembaran berikutnya. Hal ini ditujukan supaya lembaran papan laminate flooring tidak terlalu mudah bergeser. Dan hal ini dipercaya membuat ikatan anntar lembaran akan semakin kuat. Lakukan pembuatan lidah yang tidak terlalu sulit untuk penyambungan berikutnya. Juga pembuatan lidah sambungan akan membuat sambungan tidak terlalu monoton sehingga lantai akan kelihatan lebih indah.

Tahap Ke Delapan : Pemasangan Lembaran Terakhir
Pemasangan lembaran terakhir tentu akan terpengaruh dari sambungan lidah dari lembarabn lembaran sebelumnya. Pastikan anda mengikuti ukuran yang tepat pada sisa ruang terakhir, supaya tidak ada terdapat celah antar sambungan lembaran laminate flooring.

Tahap Ke Sembilan : Pemasangan Lembaran Pengunci

Pemasangan lembaran pengunci dilakukan  untuk tepi luar dari lembaran sehingga membuat lantai  lebih rapih .

 

Selamat mencoba !!!

1 Comment

Langkah Pembelian Peralatan Bangunan

Mendapatakan  peralatan untuk pekerjaan bangunan mungkin sedikit memerlukan proses yang agak rumit, dimana saat memutuskan peralatan yang akan dibeli akan banyak pertimbangan yang harus diambil, tapi hal yang paling utama dalam mendapatkan peralatan tersebut adalah kelayakan untuk pemakaian baik fungsi dan daya tahannya.  Peralatan yang dibeli harus sesuai dengan kebutuhan dan lebih menyenyangkan jika alat  yang kita beli bermanfaat dan selalu memberikan hasil yang paling mengesankan.

Berikut  beberapa langkah untuk membantu anda saat ingin membeli sebuah peralatan :

  1. Langkah  pertama adalah dimulai dengan menentukan  jenis dan type alat. Pembelian alat untuk kebutuhan pemakaian pribadi (dirumah) tentu  berbeda dengan peralatan yang diperlukan untuk kepentingan proyek. Misalnya ketika anda membutuhkan alat untuk membuat lubang di lantai beton rumah anda. Langkah pertama yang anda lakukan adalah menyimpulkan alat yang perlu dilakukan. Untuk alat yang dibutuhkan adalah bisa menggunakan pahat beton dan palu . Tentu anda mungkin tidak terlalu berat untuk membeli alat kelas industri misalnya menggunakan alat mesin handrill , tetapi saat membeli tentu anda harus mempertimbangkan seberapa sering anda memerlukan alat tersebut. . Tetapi jika anda adalah seorang kontraktor yang  akan sering  memerlukannya untuk keperluan proyek adalah tidak salah jika anda membeli alat sejenis hand drill. Andaharus  pastikan  berinvestasi dalam berbagai alat terbaik untuk program yang yang menunjang pekerjaan anda.Dalam pemilihan type ini anda harus mempertimbangkan sebaik mana alat tersebut dapat bermanfaat baik secara kuantitas pekerjaan dan juga kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Anda tidak menginginkan suatu type handrill kecil jika anda dalam pekerjaan akan sering mengerjakan pembongkaran beton yang besar.
  2. Langkah kedua adalah  mempertimbangkan produsen. Hal ini dimaksudkan berhubungan dengan kualitas alat yang akan anda beli. Beberapa alat dengan jenis yang sama akan memberikan harga yang berbeda karena dengan merek tertentu akan mempunyai kualitas yang lebih baik dari merek lainnya. Anda tentu tidak menginginkan pembelian suatu alat dimana hanya bisa terpakai dalam waktu yang singkat sehingga akan anda harus mengeluarkan biaya untuk service atau perbaikan dalam beberapa kali atau mungkin alat yang anda beli akan cepat rusak sehingga anda harus terpaksa membeli alat yang baru.
  3. Langkah ketiga mendapatkan referensi  dan  perbandingan harga peralatan. Saat ini sangat mudah untuk mencari katalok tentang peralatan untuk bangunan, dari katalok kita akan bisa mendapatkan banyak informasi spesifik teknis, cara pemakaian , cara perawatan dan termasuk harga dari suatu peralatan tersebut. Dengan semakain banyak referensi maka kita akan bisa dengan hati hati memutuskan jenis peralatan apa yang akan kita beli. Kadang kita akan menghadirkan suatu kesalahan dimana kita mungkin akan terpengaruh oleh harga yang murah, tetapi suatu alasan yang baik dalam membeli suatu peralatan mungkin perlu kita pikirkan ” anda akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang anda bayar”. Jadi anda tidak perlu terlalu khawatir mengeluarkan harga sedikit lebih jika alat yang anda beli akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar.  
  4. Langkah keempat , memikirkan biaya operasional dan perbaikan. Untuk alat alat yang berhubungan dengan mesin , sebelum anda sudah memutuskan alat yang akan anda beli, anda juga harus memikirkan biaya operasional dan biaya perbaikan  yang harus anda keluarkan . Tentu hal ini  harus dipikirkan karena anda tentu tidak mau alat yang anda beli jadi barang simpanan  begitu saja di rumah anda, dimana anda jarang memakai peralatan oleh biaya yang cukup besar. Juga anda harus memperhatikan peralatan dimana jika terjadi kerusakan sesuatu bagian dari peralatan apakah akan membutuhkan biaya yang cukup besar atau tidak. Dan juga anda harus memastikan ke penjual bahwa bahan spare part dari peralatan tersebut akan mudah didapatkan.
  5. Langkah Kelima, Jaminan atau Garansi. Anda harus memastikan garansi alat yang anda beli  baik garansi perawatn dan pergantian komponen. Jika anda kesuliatan mendapatkan garansi terhadap alat yang akan anda beli mungkin anda bisa mengambil keputusan lainnya untuk membeli merek lain yang bisa memberikan masa garansi.  Pastikan peralatan anda mendapatkan garansi perawatan setidaknya paling lambat 1 tahun.

Semoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Beton Vibrator

Beton vibrator beton  adalah salah satu peralatan yang digunakan saat pengecoran dimana alat ini berfungsi untuk pemadatan beton yang dituangkan dalam bekisting, dimana hal ini ditujukan untuk mengeluarkan kandungan udara yang terjebak dalam air    campuran beton sehingga dengan getaran yang dihasilkan oleh vibrator maka  beton akan mengeluarkan gelembung udara dari beton sehingga beton yang dihasilkan akan mendapatkan  kekuatan yang merata dan juga untuk menghindari adanya keropos atau sarang labah pada  beton.  

 Beton vibrator terdiri dari tiga bagian utama :

    1. Mesin sebagai alat penghasil getaran
    2. Selang  penghantar 
    3. Kepala Vibrator, terbuat dari silinder baja seukuran gagang tongkat bisbol, alat yang direndam dalam beton

Saat ini tersedia berbagai macam vibrator beton dalm beberapa merek dan jenis beton vibrator. Braket atau sistem penjepit dirancang agar sesuai dengan merek utama dari bentuk beton. Vibrator beton tersedia dalam jenis daya hidrolik, pneumatik atau listrik. Mesin vibrator mampu menghasilkan tiga jenis getaran profil sinus sapuan, getaran acak, dan disintesis kejutan . 

Pemakaian Beton Vibrator

Ketika beton sudah dituangkan kedalam bekisting, mesin vibrator sudah ditempatkan di dekat area tempat penuangan beton. Posisi harus dijaga supaya selang vibrator tidak terlalu jauh dari area yang akan digetar. Saat beton sudah dituang mesin vibrator sudah harus dihidupkan dan kemudian selang diarahkan ke area beton basah, kemudian kepala atas  vibrator didorong  ke dalam beton. Kepala Vibrator di getarkan pada satu area sekitar 10 detik. Posisi kepala vibrator tidak boleh bersinggungan langsung dengan bekisting , dianjurkan jarak kepala vibrator dari sisi bekisting sekitar 10 – 12 cm.  Kepala vibrator harus bergetar sepanjang daerah beton yang baru dituang dengan memindahkan kepala vibrator sekitar 30 -40 cm dari titik sebelumnya yang sudah digetar. PAstikan seluruh area harus di getar.

Keselamatan Pemakaian Beton Vibrator

  1. Saat pemakaian, mesin harus ditempatkan ditempat terlindung dan bersih .
  2. Jika mesin vibrato menggunakan daya listrik, pastikan instalasi kabel dalm jaringan yang aman
  3. Hindari penempatan mesin dtempat yang lembab dan basah
  4. Mesin vibratior harus ditempatkan pada landsan yang kuat dan datar
  5. Jangan biarkan pengunjung atau anak anak berdekatan atau memegan mesin maupun peralatan lainnya.
  6. Gunakan mesin vibrator sesuai penggunaan hanya untuk pekerjaan beton saja, jangan pernah menggunakan alat tersebut untuk kepeluan lainnya misalnya untuk penggemburan tanah.
  7. Gunakan pakaian yang aman, sarung tangan, sepatu, helm dan jangan menggunakan pakaian yang longgar.
  8. Untuk pekerja yang memegang kepala vibrator dianjurkan selalu mengunakan kacamata untuk menghindari cipratan beton ke mata saat penggetaran belangsung.

Keamanan Alat Saat Pemakaian

  1. Saat memindahkan alat, pastikan posisi mesin dalam keadaan mati sebelum pemakaian dilanjutkan.
  2. Casing mesin harus tetap terjaga dan posisi terkunci kuat saat pemakaian
  3. Ujung kepala vibrator harus dalam terkunci kuat dan tidak masuk air, gunakan sealent waktu mengunci kepala vibrator ke selang vibrator.

Pemeliharaan Beton Vibrator

Pemeliharaan mesin vibrator :

  1. Menjaga  rumahamesin  dan filter udara dalam keadaan bersih bersih untuk memungkinkan untuk pendinginan yang tepat
  2. Memeriksa kuas, boot switch, dan kabel listrik secara berkala sehingga mesin tetap dalam keadaan baik

Pemeliharaan Shaft / Selang Vibrator:

  1. Setiapa selesai pemakaian selang harus dibersihkan  dan diberikan pelumasan tipis.
  2. Saat menggulung atau melipat selang , jangan terlalu tekuk atau dipaksa karena akan menarik poros didalam selang.

Pemeliharaan Kepala Vibrator :

  1. Setiapa selesai pemakaian selang harus dibersihkan  dan dikeringkan
  2. Saat pembelian biasanya kepala vibrator selalu disediakan dengan pembungkus (sarung kepala), jadi setiap selesai pemakaian dan pembersihan kepala vibrator harus tetap dibungkus dengan sarung kepala vibrator.

Leave a comment

Bor Tangan Manual

Bor Tangan Manual, adalah peralatan tukang yang dipergunakan untuk membuat lubang pada benda kayu yang dilakukan secara manual.

Pada dasarnya alat  bor tangan ini terbuat dari bahan besi sebagai mata bor dan pegangan dan pada ujung atas biasanya dibuatakan kayu pegangan untuk penahan dan penekan kearah ujung mata bor. Pada satu sisi ujung  besi dibuatkan bentuk uliran yang pada ujungnya berbentuk runcing sebagai pengunci titik pengeboran.  Jenis bor ini  ada dua jenis,  yatu bor yang bisa dilakukan pergantian mata bor dan jenis lainnya adalah  bor yang tidak bisa diganti mata bor nya sehingga jenis bor ini  kurang flexible karena mata bor tidak bisa diganti ganti sesuai dengan ukuran kebutuhan diameter yang akan dilubang. 

Cara Pemakaian

Sebelum memulai pengeboran terlebih dahulu diberi tanda pada kayu yang akan dibor kemudian dibuatkan lubang kecil dengan mengetuk paku pada titik yang akan dilubang. Ujung mata bor diarahkan pada titik yang sudah ditandai, kemudian alat dipegangkan dan ditahan pada ujung kayu yang ada. Kemudian untuk melakukan pemutaran mata bor dilakukan pemutaran secra manula dengan salah satu tangan lainnya searah jarum jam. Dilakukan pemutaran hingga kedalam yang dibutuhkan. Jika pemutaran agak susah dilakuakn pencabutan mata baor dari kayu dengan memutar berlawanan arah jarum jam. Kemudian setelah mata bor agak dingin baru kemudian bisa dilanjutkan hingga lubang yang diinginkan sudah tercapai.

Perawatan

Setiap selesai digunakan mata bor harus dibersihkan dan sebelum disimpan  besi bor diminyaki supaya tidak cepat berkarat. Jenis bor ini harus dsimpan ditempat yang terlindung dan harus dihindari dari benturan besi lainnya tehadap ujung  mata bor. Diajurkan tidak disimpan ditempat terbuka supaya tidak berkarat.

Leave a comment

Penyebab Retakan pada Beton

Salah satu jenis kerusakan yang terjadi pada pekerjaan beton  adalah terjadinya retakan yang terjadi dalam beton yang baru dituangkan. Tentu pemilik atau pelaksana pekerjaan akan mempertanyakan mengapa terjadi retakan tersebut .  

Bila dipasang dengan benar, beton adalah salah satu jenis konstruksi yang mempunyai kekuatan besar  dan tahan lama  sehingga bila terjadi retakan tersebut kemungkinan besar terjadi adalah adanya suatu prosedure yang tidak dilakukan dengan benar, atau kemungkinan ada hal lain yang tidak mendukung terhadap kekuatan beton itu sendiri. Untuk hal itu perlu  mengikuti pedoman sehubungan dengan penempatan beton sehingga akan didaptkan betin yang  tahan lama, kekuatan tinggi, tahan retak .

Berikut beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya retak pada beton :

A.  Volume air yang berlebih dalam campuran beton
Beton yang mengandung jumlah air yang berlebih akan mempengaruhi kekuatan maksimum dari beton. Sering dalam pekerjaan beton pihak pekerja terlalu meremehkan volume air yang dituangkan dalam campuran beton, kadang untuk mengenyalkan campuran supaya lebih cepat dalam penuangan sipekerja sering menambahkan volume air padahal sudah melebihi persyaratan yang  diizinkan. Kelebihan air ini juga sangat mengurangi kekuatan beton.  Penyusutan merupakan penyebab utama retak. Saat beton mulai  mengeras maka beton secara perlahan akan mengalami pengeringan dan penyusutan. Bilamana volume air  semakin besar maka akan terjadi penguapan air campuran yang semakin besar pula , sehingga semakin besar penguapan maka penyusutan beton akan semakin besar pula. Dari sebuah penelitian didapatkan bahwa beton dapat menyusut sebesar  1.75 cm  per  30.48 m. Penyusutan ini menyebabkan kekuatan dalam beton yang secara harfiah menarik lempengan terpisah dimana secara akhir dari pengeringan akan menimbulkan celah  pada beton yang sudah kering, celah inilah yang disebut retakan beton. Intinya adalah bahwa setiap rencana campuran beton selalau diikuti dengan volume campuran beton untuk mendapatkan rasio semen, sehingga volume air yang melebihi dari volume yang direncanakan akan mengurangi kekuatan beton itu sendiri.

Pencegahan:
Pelaksana harus mengetahui volume air yang harus dituangkan dalam campuran beton, pelaksana harus mengawasi setiap penuangan air dalam campuran dan menghindari penambahan air pada beton saat penuangan bilamana hanya untuk keperluan kemudahan pekerjaaan.

B. Pengeringan Beton Secara Tiba Tiba

Pengeringan beton secara  cepat atau secara tiba tiba  akan menyebabkan kemungkinan retak bila dibandingangkan dengan pengeringan beton secara datar dan signifikan. Reaksi kimia, yang menyebabkan beton untuk pergi dari keadaan cair menjadi keadaan padat dalam waktu cepat maka akan  membutuhkan air yang menimbulkan  hidrasi dan juga akan menimbulkan penguapan yang terlalu cepat. Bilamana penguapan tidak merata pada campuran beton maka akan menimbulkan retakan pada beton.

Pencegahan:

  1. Melakukan curing time dengan cara menjaga dan mempertahankan kelembaban di lempengan beton sampai kering.
  2. Penundaan penyusutan sampai pengeringan beton cukup kuat untuk menahan retak penyusutan.
  3. Dapat dilakukan dengan melakukan penyiraman beton secara berkala.
  4. Dapat dilakuakn denagan cara memberikan penutup pada permukaan beton seperti goni atau kain  yang dijaga terus menerus dalam kondisi basah. Bahan yang digunakan harus tetap lembab selama periode pemeliharaan.

 C. -Campuran beton dan Kualitas Material tidak sesuai dengan perencanaan
Kualitas material , proses pencampuran dan perbandingan campuran akan mempengaruhi kekuatan beton.  Material dan proses pencampuran beton yang tidak mengikuti persyaratan yang telah dibauatkan adalah salah satu kemungkinan penyebab terjadinya retakan pada beton.

Pencegahan :

  1. Melakukan pemeriksaan kualitas seluruh material yang akan digunakan baik semen, pasir , kerikil dan air.
  2. Mengawasi pelaksanaan pencampuran beton supaya mengikuti design mix yang telah dibuat.
  3. Tidak memakai material yang tidak sesuai persyaratan kualitas

 

Smoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Cara membongkar keramik lantai

Kadang kadang kita mendapatkan keramik kita dalam keadaan cacat setelah beberapa lama, mungkin keramik kita pecah atau tergores oleh benturan atau goresan benda tertentu. Sehingga kita tentu memerlukan perbaikan keramik  atau penggantian keramik supaya ruangan kelihatan tetap indah. Perbaikan keramik lantai mungkin suatu pekerjaan yang agak memusingkan bagi kita, bilama kita kurang mengerti untuk mengerjakannya. Sebetulnya hal ini bisa kita lakukan sendiri dimana kita perlu melakukannya dengan  sebuah  kesabaran dan  teknik pembongkaran yang sesuai. Disamping itu juga untuk mempermudah kita harusa menyediakan    beberapa alat  untuk membongkar keramik lantai . Dan juga hal yang sangat perlu adalah bagaimana keramik tersebut dapat dengan mudah dapat dibuka dengan bantuan bahan aditiv yang cocok dipergunakan.

Langkah pertama dalam proses  membongkar  bagian keramik lantai yang akan dibongkar adalah melepaskan nut keramik pada sisi bagian keramik yang akan dibongkar.  Pemisahan nut dari keramik merupakan hal yang utama dilakukan untuk mendapatkan ruang untuk mendapatkan lapisan  ikatan semen dibawah keramik sehingga jika nut sudah dibuka maka pemisahan keramik dari ikatan semen akan lebih mudah dilakukan dan tidak akan mencederai keramik sisi lainnya.

Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk membuka nut keramik disisi keramik lama :

  1. Membuka nut melalui pemahatan  nat dengan menggunakan pahat kecil.
  2. Membuka nut dengan menggunakan grenda mesin , jenis grenda harus menggunakan grenda jenis pemotong keramik.

Saat melakukan proses pembongkaran keramik ini sering mengandung resiko, sehingga harus dilakukan dengan hati hati dan penuh kesabaran karena dengan mengerjakan yang ceroboh bisa mencederai keramik disisi lainnnya sehinga kita harus membongkarnya juga.

Saat ini sudah ditemukan beberapa bahan kimia (bahan aditif) yang bisa membantu untuk memudahkan pembongkaran keramik.  Salah satu bahan aditif yang biasa digunakan adalah penghancur semen (cement remover). Bahan aditif  ini biasanya ditunagakan di permukaan garisan nut keramik, kemudian di tunggu beberapa saat. Setelah itu kemudian nut akan lebih mudah diphat atau digrenda sehingga untuk pembongkaran keramik akan semakin mudah.

Langkah kedua setelah but keramik sudah terbuka dari sisi keramik adalah melakukan pembukaan keramik supaya terpisah dari lapisan semen dibawah keramik. Alat yang diperlukan adalah pisau scrab/  pisau dempul yang berbentuk  lebar dan kaku . Sebelumnya anda  Caranya adalah pisau  didorong pada sudut bawah keramik diarahkan ke bagian tengah lembaran keramik. Kemudian  Tekan pisau scrab dengan palu secara perlahan. Jika beruntung, keramik  akan terangkat sekaligus. Jika tidak kemungkinan akan terangkat sebahagian atau pecah, sehingga anda perlu mengangkat kembali lapisan keramik yang masih tertinggal.

Langkah ketiga  adalah pembersihan lapisan adukan semen lama, hal ini dilakukan untuk membuat perekat yang baru antara lantai dengan keramik yang akan dipsangkan. Semua lapisan adukan yang lama harus dibuka, anda bisa menggunakan pahat beton untuk menghancurkannya. Kemudian lakukan pembersihan  untuk mengangkat semua lapisan hingga benar benar bersih,  Jika perlu gunakan vacum supaya debu terangkat semuanya. Atau anda bisa menggunakan lap basah  kemudia dikeringkan.

 

Selanjutnya anda sudah bisa memasangan keramik baru pada lantai yang akan diganti.

 

Semoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.