Archive for October, 2011

Tips Pemilihan Jenis Tanki Air untuk Rumah

Musim kemarau dan kekekringan adalah bagian normal  dari kehidupan normal di banyak bagian dunia dan kejadiannya  ditimbulkan oleh perubahan iklim, tempat dengan curah hujan dimana bisa terjadi dalam jangka waktu yang . Akibat masa musim kemarau dan kekeringan tentu akan berpengaruh kepada tersedianya persediaan air bagi kehidupan manusia, hal ini tentu juga akan mempengaruhi pasokan air bagi kehidupan rumah tangga  baik di pedesaan dan juga didaerah perkotaan yang sudah dibantu oleh pelayanan penyediaan air oleh pemerintah.

Disamping oleh pengaruh alam, juga pasokan air tentu sering mengalami ganguan dari pihak penyedia, kemungkinan aliran berhenti disebabkan perbaikan  dan ada  juga kemungkinan  aliran air yang kecil oleh makin meningkatnya pemakaian masyarakat. Tentu secara pribadi kita harus mengantisipasi persediaan air bagi rumah tangga kita. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan stok penyediaan air dengan menempatkannya pada tanki air.

Dalam kaitan dengan dengan penyediaan air  di mana konstruksi dan bahan  adalah suatu aspek yang perlu diperhatikan, berikut ini beberapa jenis tanki air dan bahan yang umum digunakan, keunggulan dan kelemahannya.

1. Tanki Air Plastik

Tanki air plastik terbuat dari polietilen,  jenis tanki ini cukup  ringan dan Anda hanya perlu membuat suatu pondasi yang sederhana  sesuai dengan penempatannya. Jenis tanki ini banyak dijumpai dalam berbagai macam warna, biasanya dibentuk ke dalam plastik, dan umumnya mempunyai daya tahan lama antara 15- 25 tahun. Dari segi biaya  jenis tanki ini cukup murah.

Salah satu kelemahan utama dari tanki air jenis plastik  adalah  bahan yang terbuat dari petrokimia. Dimana setelah habisnya umur masa pemakaian, atau akibat kerusakan besar sehingga tidak bisa terpakai lagi, maka bahan  ini sangat sukar membusuk sehingga akan mengakibatkan racun pada lingkungan hidup. Tetapi oleh adanya sistim daur ulang yang semaikin membaik, bahan tangki air plastik yang tidak terpakai lagi  dapat didaur ulang  dengan mengantarnya ke pabrik daur ulang yang terpercaya.

 Beberapa kelemahan lainnya dari tanki air adalah, bocoran pada tanki tidak bisa kelihat secra kasat mata, umumnya baru bisa ketahuan setelah terisi air. Umumnya bocoran sering terjadi pada sambungan vertical dari tanki. Periksa sambungan secara  baik,  umunya sambungan yang mulus biasanya merupakan sambungan yang terhindar dari bocora.   Selain itu kekurangan lainnya dari tanki air adalah bahannya yng terbuat dari plastik maka jenis tanki ini adalah bahan yang mudah meleleh dan terbakar, sehingga tanki  ini tidak bisa ditempatkan pada daerah yang berdekatan dengan api atau daerah yang menghasilkan panas tinggi. Jadi anda harus mempertimbangkan pembelian jenis tanki air ini bilamana anda hanya mempunyai tempat  yang tersedia berdekatan dengan dapur.

Masalah lainnya adalah efek jangka panjang jika air tertahan di tanki air, walaupun sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menyatakan apakah ada pengaruh bahan kimiawi plasti akan berpengaruh pada air jika umur tanki sudah cukup lama. Yang perlu dilakukan adalah pemeliharaan untuk mencuci dan membersihkan tanki air secara berkala agar tanki tidak sampai berlumut.  Untuk penempatan tanki juga perlu diperhatikan supaya tidak tekena cahaya matahari langsung, dimana hasil penelitian untuk jenis plastik yang mengalami perubahan panas dan dingin secara terus menerus dan jika tanki sering dalam keadaan kosong, maka permukaan plastik akan bisa mengalami pecahan permukaan yang mana bahan plastik bisa tercampur ke air. Jadi dianjurkan supaya tanki ditempatkan dibawah tempat yang teduh. 

Untuk konstruksi dudukan tanki air ini dapat dibuat dari konstruksi kayu, konstruksi  besi dan konstruksi beton. Gambar contoh konstruksi besi dapat anda lihat disini.

2. Tanki Air Bahan Logam

Ada 3 jenis bahan tanki air yang terbuat dari bahan logam yaitu :

  1. Tanki Air Baja Galvanis
  2. Tanki Air Zincalume
  3. Tanki Air Stainles

 
Tangki galvanis  terbuat dengan proses  Hot-dip galvanizing dengan menggunakan bahan baja ,  atau besi dengan seng. Seng membantu memperlambat korosi. Jenis tangki galvanis dapat berlangsung dengan baik di bawah 5 tahun, setelah itu jenis tanki air ini sering mengalami karat jika ada bagian  lapisan mantel yang mengalami proses galvanising yang kurang baik, sehingga akan mudah berkarat karena sering berhubungan dengan  air.

 Tanki air Zincalume telah ada sekitar  30 tahun dan pada awalnya digunakan untuk bahan atap. Tanki air ini terdiri dari bahan campuran aaluminium 55%, seng 43,5% dan 1,5% silikon terikat pada baja. Daya tahan tanki air ini umumnya  sekitar 10-15 tahun.

Tanki air stainless steel terbuat dari bahan stainless  dengan lapisan konversi diterapkan pada permukaan baja untuk meningkatkan adhesi, kemudian poliester atau polietilen  primer  dan top coat dilapisi dengan cara oven suhu tinggi  . Jenis tanki ini mempunyai kekuatan lebih tahan lama hingga 20 tahun . Dengan pemberian lapisan polietilen untuk lebih membantu memperlambat korosi.

Untuk konstruksi dudukan tanki ini dapta diletakkan diatas konstruksi besi dan juga diatas plat beton.

3. Tanki Air Beton

Tanki air hujan yang terbuat dari beton memerlukan biaya  yang lumayan , dimana konstruksinya harus diperhitungkan mulai dari pondasi hingga baknya sendiri. Untuk rumah bertingkan setidaknya dapat didesai sedemikiajn rupa sehingga penempatan bak dapat direncanakan pada kolom yang dapat menahan beban tanki. Tapi jika tanki direncanakan terpisah dari bagian rumah, maka konstruksi harus diperhitungkan mulai dari pondasi, tiang kolom sampai bak diatas menaranya.  

Dalam pemakaiannya, tanki air dari beton harus dikerjakan sebaik mungkin, mengingat beton mempunyai cukup pori maka jenis tankai ini cukup mudah mengalami rembesan dan bocoran, sehingga pada pelaksanaanya permukaan tanki harus ditutupi dengan permukaan yang lebih rapat misalnya pemberian keramik  ataupun lapisan karpet lainnya.

Secara daya tahan, tanki dari beton tidak banyak terpengaruh terhadap cuaca panas dan dingin sehingga jenis tanki ini bebas ditempatkan didaerah terbuka. Dalam perawatannya tanki ahrus sering dibersihkan terhadap lumut dan kotoran lainnya.

4. Tanki Air Fibreglass.

Jenis tanki fibreglass adalah jenis tanki yang mempunyai daya tahan yang cukup lama, dan jenis tanki ini cukup kuat terhadap korosi dan tidak terlalu terpengaruh oleh bahan kimia. Kekurangan tanki fibre galss adalah karena bahannya yang mudah tembus cahaya matahari menyebabkan  jenis ganggan akan lebih mudah bertumbuh didalam bak. Tapi untuk  mengatasinya dapat dilakukan dengan pengecatan luar dari tanki sehingga cahaya akan berkuarang tembus kedalam tanki. Disamping itu fibreglass mudah rapuh, meninggalkan retak sehingga bisa mengotori air didalam bak jika umurnya sudah cukup lama.  Untuk konstruksi dudukan tanki jenis fibreglass dapat ditempatkan diatas konstruksi besi dan konstruksi beton

.

Tips pemilihan bahan tangki air :

  1. Pilihlah ukuran isi tanki yang anda butuhkan sesuai dengan keperluan dirumah anda, sesuaikan dengan tingkat pemakaian.
  2. Sebelumnay anda juga harus mempertimbangkan penempatan tanki yang akan anda beli, bila anda mempunyai rumah bertingkat anda harus mempertimbangkan apakah anda mempunyai areal di dak atap anda, and aharus mempertimbangkan bila anda harus membuat menara dimana anda harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
  3. Pertimbangkan pilihan jenis tanki yang akan anda buat, tidak hanya dengan biaya diawal tapi anda juga harus mempertimbangkan biaya perawatan dan juga daya tahan .
  4. Anda juga perlu mencari infroamsi lainnya bilamana didaerah anda harus memerlukan izin untuk pendirian menara air.
  5. Mintalah jaminan dari pihak penjual, usahakan untuk mendapatkan jaminan garansi yang lebih lama.
  6. Anda harus mempertimbangkan kemudiahan menginstal dan kemudahan untuk perawatannya.

Semoga bermanfaat !!!

1 Comment

Waterproofing

Waterproofing adalah bahan yang dipergunakan untuk melindungi bagian bawah suatu permukaan untuk meolak atau menahan rembesan dari bahan cair terhadap  struktur yang dilapisi.  Dalam pelaksanaannya material yang digunakan untuk melindungi  struktur akan dilapisi dengan lembaran logam,  membran , coating dan flash band self adhisive. Bagian struktur yang sering dilakukan adalah pemasangan waterproofing terhadap atap, palt beton dan dinding beton.

Jenis Waterproofing :

  1. Sistim Membran . Adalah perlindungan dengan meggunakan membran  atau lembaran yang terbuat dari karet terhadap permukaan struktur . Biasanya dipergunakan untuk  struktur dak atau atap beton. Lembaran membran di susun sesuai dengan keperluan seluruh permukaan struktur yang dilindungi.  Waterproofing dengan jenis membran terbuat dari bahan monomer  kimia, etilena, propilena yang dicampur dengan bahan karet. Sehingga campuran ini akan membentuk senyawa yang kuat dan padan dimana akan tahan terhadap perubahan cuaca dari panas matahari dan hujan. Dengan pemasangan yang sempurna maka permukaan akan tahan terhadap rembesan air dan juga tahan untuk menahan genangan air.
  2. Sistim Coating . Adalah perlindungan rembesan dengan menggunakan bahan polimer berbentuk bahan cat untuk menutup permukaan struktur yang dilindungi. Umumnya digunakan untuk perlindungan dinding, bak,  tanki dan juga dapat dipergunakan untuk perlindungan terhadap permukaan kayu. Untuk permukaan luas dan perlindungan yang lebih kuat dapat menggabungkan dengan bahan polyester pada permukaan yang dilindungi.
  3. Sistim Flashband Self Addhisive. Adalah perlindungan rembesan dengan menggunakan lembaran flashband yang berbentuk lembaran di rekatkan pada bagian permukaan struktur yang akan dilindungi. Lembaran ini terdiri dari beberapa lapisan yang  terdiri dari lapisan lembaran karet, membran polyester, aluminium foil dan lapisan cat penutup. Biasanya digunakan untuk pelindung permukaan atap, beton,  lantai dan lainnya.
  4. Sistim Pasta Logam.  Perlindungan rembesan dilakukan dengan menggunakan bahan logam  yang dibuat dalam bentuk pasta , dimana pasta ini di oleskan terhadap permukaan yang akan dilindungi . Bahan dibuat dari biji baja galvanis sehingga  pasta tidak mudah  berkarat  . Biasanya digunakan pada permukaan yang  ditujukan untuk menutupi celah permukaan.

Leave a comment

Jenis Cat dan Pemakaian

Beberapa jenis cat dan pemakaiannya dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Cat Alkyd Syntetic.  Adalah jenis cat yang mempunyai gloss tinggi yang digunakan untuk  eksterior dan interior dimana kuat terhadap cuaca dan jamur. Jenis cat ini dapat  dipergunakan untuk permukaan kayu dan besi.
  2. Cat Emulsi Styrene Acrylic. Adalah jenis cat yang mempunyai gloss tinggi yang digunakan untuk eksterior dan interior dimana kuat terhadap cuaca dan jamur. Jenis cat ini cocok dipergunakan untuk permukaan plesteran, beton, batako , hardboard, asbes dan tripleks.
  3. Wall Sealer. Adalah jenis cat yang dipergunakan sebagai cat dasar untuk penutup pori pori permukaan dinding plesteran yang baru dipasang sehingga permukaan akan lebih halus dan cat berikutnya akan lebeih melekat ke dinding plesteran.
  4. Zinc Chromate Primer . Adalah jenis cat  dasar untuk logam  yang bahannya terbuat dari zinc chromate. Cat ini ditujukan untuk menghindari karat pada logam. Biasannya dipergunakan untuk pengecatan logam, seng  , besi dan logam lainnya.
  5. Cat Duco.  Sering disebut sebagai cat dempul . Cat ini digunakan sebagai  cat dasar penutup permukaan kayu ataupun logam sehingga didapatkan permukaan yang lebih rapat dan melalui proses pengerjaan akan didapatkan permukaan yang lebih halus.
  6. Cat Melamic. Terbuat dari bahan resin amino dan alkyd.  Dipergunakan untuk pengecan kayu untuk membentuk lapisan cat  yang halus, rata dan tahan goresan dan menghasilkan kilap yang tinggi. Cat ini cocok dipergunakan untuk pengecatan kayu interior.
  7. Cat Stoving . Adalah jenis cat yang dipergunakan untuk pengecatan finishing logam.  Dalam pelaksanaannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dilakukan dengan sistim oven. Biasanya dipergunakan untuk pengecatan logam, barang elektronik , tabung dan lain nya.
  8. Cat Thermoplastic. Adalah jenis cat yang biasa dipergunakan untuk pengecatan marka jalan.
  9. Cat Epoxy . Adalah jenis cat yang dipergunakan sebagai cat dasar dan mempunyai daya ikat yang kuat sehingga sering  dipergunakan sebagai penutup permukaan sebelum dilakukan pengecatan. Jenis epoxy ini dapat juga dijumpai dalam berbagai bentuk seperti lem epxy, dempul  epoxy, dan epoxy injection. Dipergunakan untuk logam dan beton.
  10. Cat Polyurethane . Adalah jenis cat  transparan yang menghasilkan gloss tinggi dengan permukaan halus dan tahan gores.
  11. Cat Remover . Adalah  bahan kimia yang dipergunakan untuk merontokkan/ mengupas cat lama.

2 Comments

Langkah Keselamatan Menghadapi Gempa Bumi

Leave a comment

Pondasi Cerucuk

Pondasi Cerucuk adalah salah satu jenis pondasi yang biasanya diaplikasikan didaerah dengan kondisi tanah yang kurang stabil dimana umumnya dengan jenis tanah lumpur ataupun tanah gambut dengan elevasi muka air yang cukup tingggi.  Cerucuk dalam defenisinya  adalah susunan tiang kayu dengan diameter antara 8 sampai 15 meter yang dimasukkan atau ditancapkan secara vertikal kedalam tanah yang ditujukan untuk memperkuat daya dukung terhadap beban diatasnya.  Dalam konstruksinya ujung atas dari susunan cerucuk disatukan untuk menyatukan kelompok susunan kayu yang disebut dengan kepala cerucuk. Kepala cerucuk dapat berupa pengapit dan tiang -tiang kayu , matras, kawat pengikat , papan penutup atau balok poer.

Perlunya pemberian pondasi cerucuk didasarkan atas :

  1. Daya dukung tanah yang cukup rendah.
  2. Kesulitan saat konstruksi, dimana untuk mengerjakan pondasi dalam saat konstruksi akan mengalami kesulitan oleh ketinggian elevasi muka air tanah yang cukup tinggi.

Untuk perencanaan kedalaman dan jarak anatara tiang pancang harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan tanah.

Secara konstruksi, pelaksanaan pekerjaan  pondasi cerucuk  dapat dibagi atas :

  1. Perkuatan tanah dasar, dilakukan penggantian tanah dasar dengan menimbun tanah baru yang lebih stabil, dilakukan dengan menguruk tanah pada lokasi yang sudah direncanakan.
  2. Penancapan kayu cerucuk, dilakukan dengan menancapkan kayu terhadap lokasi pondasi yang akan dikerjakan, Pelaksanakan diseuaikan dengan jarak antar titik kayu dan kedalaman yang direncanakan.
  3. Pemasangan kepala cerucuk. Dialakukan dengan menyatukan ujung kepala kayu yang sudah ditanamkan dengan membuat ikatan antar kepala kayu dan dibuat bidang datar sebagai penempatan pondasi konstruksi yang direncanakan.

Kadang dalam hal tertentu, pondasi cerucuk ditanamkan pada kedalam tertentu dimana sebelumnya kita terlebih dahulu melakukan penggalian tanah asli sesuai dengan kedalaman yang direncanakan,  dan setelah itu baru dilakukan penancapan kayu cerucuk.

Untuk pelaksanaan pemancangan kayu cerucuk dapat dilakukan secara manual (tenaga manusia) dan dapat juga dilakukan dengan mekanik atau alat mesin yang sering disebut mesin pancang (back hoe). Pada prinsipnya kedua cara tersebut adalah melakukan pemberian tekanan ke kepala kayu pancang sehingga kayu akan tergeser secara vertikal kedalam tanah yang ditumbukkan.

Secara umum, untuk pondasi cerucuk kayu yang dipergunakan harus mengikuti persyaratan teknis yaitu :

  1. Kayu harus mempunyai diameter yang seragam yaitu antara 8 – 15 cm, dimana pada ujung terkecil tidak boleh kurang dari 8 cm dan pada ujung terbesar tidak melebihi 15 cm
  2. Kayu harus dalam bentang yang lurus  untuk kemudahan penancapan dan juga daya dukung yang makin besar.
  3. Jenis kayu harus merupakan kayu yang tidak busuk jika terendam air, kayu tidak dalam kondisi busuk dan tidak dalam keadaan mudah patah jika ada pembebanan.

Jenis kayu yang sering dipergunakan adalah :

  1. Kayu Gelam
  2. Kayu Medang
  3. Kayu Betangor
  4. Kayu Ubah
  5. Kayu Dolken

Semoga bermanfaat !!!

1 Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.