Archive for category Peralatan Bangunan

Stamper

Satmper atau istilah umum lainnya disebut stamping rammer adalah alat mesin yang dipergunakan untuk pemadatan tanah.  Alat ini merupakan alat yang sangat membantu untuk mempercepat proses pemadatan tanah timbun maupun pemadatan tanah asli kohesif. Disamping sebagai alat untuk pemadatan untuk bangunan gedung alat ini juga sering dipergunakan dalam pekerjaan pemadatan jalan , halaman dan juga untuk pekerjaan pemadatan timbunan lainnya.

Alat stamper saat ini banyak tersedia dalam bentuk dan model sesuai dengan merek pabrikan. Secara umum bagian dan cara kerja alat adalah sama . Alat ini umumnya meruapakan alat mesin yang menggunakan bahan bakar bensin dalam pengoperasian mesinnya.

Alat mesin ini secara umum terdiri dari bagian :

  1. Mesin, direncanakan sedemikian rupa oleh pabrikan sebagai sumber tenaga untuk mengubah rotasi roda gigi untuk mendapatkan gerakah vertikal secra timbal balik.
  2. Bingkai Pelindung dan Pegangan Pengarah. Adalah bagian alat luar yang dibentuk untuk melindungi bagian mesin dan juga menempatkan pegangan untuk dijadikan sebagai pengarah gerakan secara horizontal. Biasanya dibuatkan pegangan besi yang bisa dipegang oleh mekanik untuk mengarahkan alat sesuai dengan tempat yang akan di padatkan.
  3. Kaki Hentak. Adalah bagian alat yang direncanakan sedemikain rupa melanjutkan gerakan vertikal timbal balik dari mesin dimana dengan menempatkan pegas yang dipasangkan bergerak turun naik sehingga terjadi tumbukan dengan tenaga yang besar terhadap permukaan yang ditumbuk.
  4. Plat Tumbuk, adalah bagian alat yang terdapat dibawah kaki hentak yang merupakan bagian alat yang berhubungan langsung dengan permukaan tanah yang ditumbuk.

Cara Pemakaian Alat Stamper:

Pengecekan Alat

Sebelum pengoperasian mesin, terlebih dahulu harus memeriksa minyak yang ada dalam tanki mesin . Dianjurkan minyak tidak boleh terlalu penuh, karena dikhawatirkan oleh getaran yang cukup besar minyak akan bisa tertumpah. Bagian bagian mesin seperti mur dan baut harus diperiksa dimana tidak boleh ada yang longgar, kencangkan setiap mur dan baut untuk menghindari resiko pekerjaan dan juga memberikan pelumasan terhadap bagian yang dibutuhkan.

Menghidupkan Mesin

Buka katup bahan bakar ke posisi terbuka, kemudian atur posisi mesin ON/OFF ke posisi ON. Tarik grip pegangan secara cepat hingga mesin bunyi dan posisi hidup.. Setelah posisi mesin sudah hidup lakukan pemanasan kira kira 3- 5 menit pada kecepatan mesin yang dalam kondisi kecepatan rendah. Pada saat ini dialakukan pengecekan terhadap kebocoran gas dengan mengindentifikasi suara normal atau tidak.

Menjalankan alat

Setelah mesin dipanaskan kira kira 3-5 menit   pada kecepatn rendah secara perlahan lahan diatur posisi kecepatan tuas dengan memindahkan kait pengatur secara perlahan lahan  untuk menghidnari kerusakan kopling.  Stelah kait pengatur sudah di atur ke posisi kecepatan yang dibutuhkan  dengan perlahan alat diarahkan ke tempat yang akan dipadatkan dengan mengatur posisi pada pengangan mesin. Kecepatan arah horizontal harus diseimbangkan oleh operator , dimana harus dihindari pemadatan  disatu posisi pada jangka waktu yang cukup lama karena akan menyebabkan pergeseran arah horizontal akan sulit karena perbedan ketingggian, dimana dianjurkan alat berjalan secara kontiniu. Jika dibutuhkan pemadatan kembali ditempat diinginkan dapat dialakukan dengan menjalankan alat ketempat semula (putaran berikutnya).

 Pemeliharaan dan Penyimpanan Alat Stamper

Alat stamper harus dirawat secara berkala  baik terhadap mesin dan bagian lainnya, umunya harus dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap saluran bahan bakar, pemberian oli  mesin , dan pelumasan terhadap bagian kaki penghentak.

Untuk penyimpanan dianjurkan disimpan ditempat yang kering dan agak dingin. Tempat penyimapana juga dianjurkan dibuatkan rak penahan dimana alat disimpan tetap dalam keadaan berdiri dan harus terhindar dari benturan atau senggolan yang bisa menyebabkan alat terjatuh. Saat penyimpanan dianjurkan posisi minyak dalam alat dalam keadaan kosong.

Leave a comment

Jangka Sorong

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang sangat penting dipergunakan untuk melakukan pengukuran yang lebih teliti, umumnya alat ini dipergunakan untuk mengukur diameter luar, ukuran ketebalan dan juga ukuran dalam dari suatu benda. Saat ini jangka sorong ada yang tersedia dengan pengukuran secara manual dan pengukuran secara digital. Untuk pengukuran secara manual agak sedikit rumit dimana harus diketahui cara perhitungan nilai hasil ukuran. Sedangkan untuk jangka sorong digital hasil ukuran sudah didapatkan langung pada layar ukur.

Umunya bahan jangka sorong terbuat dari besi stainless dan ukuran harus sesuai dengan ukuran standard yang diisyaratkan. Dalam bangunan umumnya jangka sorong adalah alat yang sangat penting dipergunakan dalam pengukuran diameter besi.

Cara Pemakaian Jangka Sorong Manual :

Untuk pengukuran diameter besi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Tempatkan besi pada bagian ujung alat jangka sorong
  2. Lakukan pergeseran skala geser hingga diameter besi sudah tepat bersinggungan dikedua sisi bagian ukur jangka sorong.
  3. Kuncikan alat pengunci pada skala geser.
  4. Untuk mendapatkan nilai diameter besi dapat dilihat sebagai beikut. Lihat angka di skala diam dimana tepat dikiri angka nol skala geser (titik A). Kemudian lihat angka diskala geser dimana tepat garis bersinggungan dengan garis diskala diam (titik B).
  5. Maka nilai dimeter besi adalah A + (0.01 x B).

Pemeliharaan Jangka Sorong.

  1. Hindari penempatan alat pada tempat tempat yang panas karena dapat menyebabkan alat akan memuai sehingga hasil ukur tidak normal.
  2. Hindari penempatan ukuran yang dibebani oleh benda lainnya karena alat bisa jadi melengkung.
  3. Setiap selesai pemakaian usahakan alat sealu dibersihkan dan diolesi dengan minyak supaya alat tidak lekas berkarat.

Semoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Langkah Pembelian Peralatan Bangunan

Mendapatakan  peralatan untuk pekerjaan bangunan mungkin sedikit memerlukan proses yang agak rumit, dimana saat memutuskan peralatan yang akan dibeli akan banyak pertimbangan yang harus diambil, tapi hal yang paling utama dalam mendapatkan peralatan tersebut adalah kelayakan untuk pemakaian baik fungsi dan daya tahannya.  Peralatan yang dibeli harus sesuai dengan kebutuhan dan lebih menyenyangkan jika alat  yang kita beli bermanfaat dan selalu memberikan hasil yang paling mengesankan.

Berikut  beberapa langkah untuk membantu anda saat ingin membeli sebuah peralatan :

  1. Langkah  pertama adalah dimulai dengan menentukan  jenis dan type alat. Pembelian alat untuk kebutuhan pemakaian pribadi (dirumah) tentu  berbeda dengan peralatan yang diperlukan untuk kepentingan proyek. Misalnya ketika anda membutuhkan alat untuk membuat lubang di lantai beton rumah anda. Langkah pertama yang anda lakukan adalah menyimpulkan alat yang perlu dilakukan. Untuk alat yang dibutuhkan adalah bisa menggunakan pahat beton dan palu . Tentu anda mungkin tidak terlalu berat untuk membeli alat kelas industri misalnya menggunakan alat mesin handrill , tetapi saat membeli tentu anda harus mempertimbangkan seberapa sering anda memerlukan alat tersebut. . Tetapi jika anda adalah seorang kontraktor yang  akan sering  memerlukannya untuk keperluan proyek adalah tidak salah jika anda membeli alat sejenis hand drill. Andaharus  pastikan  berinvestasi dalam berbagai alat terbaik untuk program yang yang menunjang pekerjaan anda.Dalam pemilihan type ini anda harus mempertimbangkan sebaik mana alat tersebut dapat bermanfaat baik secara kuantitas pekerjaan dan juga kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Anda tidak menginginkan suatu type handrill kecil jika anda dalam pekerjaan akan sering mengerjakan pembongkaran beton yang besar.
  2. Langkah kedua adalah  mempertimbangkan produsen. Hal ini dimaksudkan berhubungan dengan kualitas alat yang akan anda beli. Beberapa alat dengan jenis yang sama akan memberikan harga yang berbeda karena dengan merek tertentu akan mempunyai kualitas yang lebih baik dari merek lainnya. Anda tentu tidak menginginkan pembelian suatu alat dimana hanya bisa terpakai dalam waktu yang singkat sehingga akan anda harus mengeluarkan biaya untuk service atau perbaikan dalam beberapa kali atau mungkin alat yang anda beli akan cepat rusak sehingga anda harus terpaksa membeli alat yang baru.
  3. Langkah ketiga mendapatkan referensi  dan  perbandingan harga peralatan. Saat ini sangat mudah untuk mencari katalok tentang peralatan untuk bangunan, dari katalok kita akan bisa mendapatkan banyak informasi spesifik teknis, cara pemakaian , cara perawatan dan termasuk harga dari suatu peralatan tersebut. Dengan semakain banyak referensi maka kita akan bisa dengan hati hati memutuskan jenis peralatan apa yang akan kita beli. Kadang kita akan menghadirkan suatu kesalahan dimana kita mungkin akan terpengaruh oleh harga yang murah, tetapi suatu alasan yang baik dalam membeli suatu peralatan mungkin perlu kita pikirkan ” anda akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang anda bayar”. Jadi anda tidak perlu terlalu khawatir mengeluarkan harga sedikit lebih jika alat yang anda beli akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar.  
  4. Langkah keempat , memikirkan biaya operasional dan perbaikan. Untuk alat alat yang berhubungan dengan mesin , sebelum anda sudah memutuskan alat yang akan anda beli, anda juga harus memikirkan biaya operasional dan biaya perbaikan  yang harus anda keluarkan . Tentu hal ini  harus dipikirkan karena anda tentu tidak mau alat yang anda beli jadi barang simpanan  begitu saja di rumah anda, dimana anda jarang memakai peralatan oleh biaya yang cukup besar. Juga anda harus memperhatikan peralatan dimana jika terjadi kerusakan sesuatu bagian dari peralatan apakah akan membutuhkan biaya yang cukup besar atau tidak. Dan juga anda harus memastikan ke penjual bahwa bahan spare part dari peralatan tersebut akan mudah didapatkan.
  5. Langkah Kelima, Jaminan atau Garansi. Anda harus memastikan garansi alat yang anda beli  baik garansi perawatn dan pergantian komponen. Jika anda kesuliatan mendapatkan garansi terhadap alat yang akan anda beli mungkin anda bisa mengambil keputusan lainnya untuk membeli merek lain yang bisa memberikan masa garansi.  Pastikan peralatan anda mendapatkan garansi perawatan setidaknya paling lambat 1 tahun.

Semoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Beton Vibrator

Beton vibrator beton  adalah salah satu peralatan yang digunakan saat pengecoran dimana alat ini berfungsi untuk pemadatan beton yang dituangkan dalam bekisting, dimana hal ini ditujukan untuk mengeluarkan kandungan udara yang terjebak dalam air    campuran beton sehingga dengan getaran yang dihasilkan oleh vibrator maka  beton akan mengeluarkan gelembung udara dari beton sehingga beton yang dihasilkan akan mendapatkan  kekuatan yang merata dan juga untuk menghindari adanya keropos atau sarang labah pada  beton.  

 Beton vibrator terdiri dari tiga bagian utama :

    1. Mesin sebagai alat penghasil getaran
    2. Selang  penghantar 
    3. Kepala Vibrator, terbuat dari silinder baja seukuran gagang tongkat bisbol, alat yang direndam dalam beton

Saat ini tersedia berbagai macam vibrator beton dalm beberapa merek dan jenis beton vibrator. Braket atau sistem penjepit dirancang agar sesuai dengan merek utama dari bentuk beton. Vibrator beton tersedia dalam jenis daya hidrolik, pneumatik atau listrik. Mesin vibrator mampu menghasilkan tiga jenis getaran profil sinus sapuan, getaran acak, dan disintesis kejutan . 

Pemakaian Beton Vibrator

Ketika beton sudah dituangkan kedalam bekisting, mesin vibrator sudah ditempatkan di dekat area tempat penuangan beton. Posisi harus dijaga supaya selang vibrator tidak terlalu jauh dari area yang akan digetar. Saat beton sudah dituang mesin vibrator sudah harus dihidupkan dan kemudian selang diarahkan ke area beton basah, kemudian kepala atas  vibrator didorong  ke dalam beton. Kepala Vibrator di getarkan pada satu area sekitar 10 detik. Posisi kepala vibrator tidak boleh bersinggungan langsung dengan bekisting , dianjurkan jarak kepala vibrator dari sisi bekisting sekitar 10 – 12 cm.  Kepala vibrator harus bergetar sepanjang daerah beton yang baru dituang dengan memindahkan kepala vibrator sekitar 30 -40 cm dari titik sebelumnya yang sudah digetar. PAstikan seluruh area harus di getar.

Keselamatan Pemakaian Beton Vibrator

  1. Saat pemakaian, mesin harus ditempatkan ditempat terlindung dan bersih .
  2. Jika mesin vibrato menggunakan daya listrik, pastikan instalasi kabel dalm jaringan yang aman
  3. Hindari penempatan mesin dtempat yang lembab dan basah
  4. Mesin vibratior harus ditempatkan pada landsan yang kuat dan datar
  5. Jangan biarkan pengunjung atau anak anak berdekatan atau memegan mesin maupun peralatan lainnya.
  6. Gunakan mesin vibrator sesuai penggunaan hanya untuk pekerjaan beton saja, jangan pernah menggunakan alat tersebut untuk kepeluan lainnya misalnya untuk penggemburan tanah.
  7. Gunakan pakaian yang aman, sarung tangan, sepatu, helm dan jangan menggunakan pakaian yang longgar.
  8. Untuk pekerja yang memegang kepala vibrator dianjurkan selalu mengunakan kacamata untuk menghindari cipratan beton ke mata saat penggetaran belangsung.

Keamanan Alat Saat Pemakaian

  1. Saat memindahkan alat, pastikan posisi mesin dalam keadaan mati sebelum pemakaian dilanjutkan.
  2. Casing mesin harus tetap terjaga dan posisi terkunci kuat saat pemakaian
  3. Ujung kepala vibrator harus dalam terkunci kuat dan tidak masuk air, gunakan sealent waktu mengunci kepala vibrator ke selang vibrator.

Pemeliharaan Beton Vibrator

Pemeliharaan mesin vibrator :

  1. Menjaga  rumahamesin  dan filter udara dalam keadaan bersih bersih untuk memungkinkan untuk pendinginan yang tepat
  2. Memeriksa kuas, boot switch, dan kabel listrik secara berkala sehingga mesin tetap dalam keadaan baik

Pemeliharaan Shaft / Selang Vibrator:

  1. Setiapa selesai pemakaian selang harus dibersihkan  dan diberikan pelumasan tipis.
  2. Saat menggulung atau melipat selang , jangan terlalu tekuk atau dipaksa karena akan menarik poros didalam selang.

Pemeliharaan Kepala Vibrator :

  1. Setiapa selesai pemakaian selang harus dibersihkan  dan dikeringkan
  2. Saat pembelian biasanya kepala vibrator selalu disediakan dengan pembungkus (sarung kepala), jadi setiap selesai pemakaian dan pembersihan kepala vibrator harus tetap dibungkus dengan sarung kepala vibrator.

Leave a comment

Bor Tangan Manual

Bor Tangan Manual, adalah peralatan tukang yang dipergunakan untuk membuat lubang pada benda kayu yang dilakukan secara manual.

Pada dasarnya alat  bor tangan ini terbuat dari bahan besi sebagai mata bor dan pegangan dan pada ujung atas biasanya dibuatakan kayu pegangan untuk penahan dan penekan kearah ujung mata bor. Pada satu sisi ujung  besi dibuatkan bentuk uliran yang pada ujungnya berbentuk runcing sebagai pengunci titik pengeboran.  Jenis bor ini  ada dua jenis,  yatu bor yang bisa dilakukan pergantian mata bor dan jenis lainnya adalah  bor yang tidak bisa diganti mata bor nya sehingga jenis bor ini  kurang flexible karena mata bor tidak bisa diganti ganti sesuai dengan ukuran kebutuhan diameter yang akan dilubang. 

Cara Pemakaian

Sebelum memulai pengeboran terlebih dahulu diberi tanda pada kayu yang akan dibor kemudian dibuatkan lubang kecil dengan mengetuk paku pada titik yang akan dilubang. Ujung mata bor diarahkan pada titik yang sudah ditandai, kemudian alat dipegangkan dan ditahan pada ujung kayu yang ada. Kemudian untuk melakukan pemutaran mata bor dilakukan pemutaran secra manula dengan salah satu tangan lainnya searah jarum jam. Dilakukan pemutaran hingga kedalam yang dibutuhkan. Jika pemutaran agak susah dilakuakn pencabutan mata baor dari kayu dengan memutar berlawanan arah jarum jam. Kemudian setelah mata bor agak dingin baru kemudian bisa dilanjutkan hingga lubang yang diinginkan sudah tercapai.

Perawatan

Setiap selesai digunakan mata bor harus dibersihkan dan sebelum disimpan  besi bor diminyaki supaya tidak cepat berkarat. Jenis bor ini harus dsimpan ditempat yang terlindung dan harus dihindari dari benturan besi lainnya tehadap ujung  mata bor. Diajurkan tidak disimpan ditempat terbuka supaya tidak berkarat.

Leave a comment

Unting – unting

Unting unting atau sering juga disebut dengan bandul, adalah salah satu alat tukang yang biasanya dipergunakan untuk mengukur ketegakan suatu benda atau bidang. Alat ini cukup sederhana dimana terbuat dari bahan besi dengan permukaan berwarna besi putih, kuningan dan juga besi biasa, bentuknya  biasanya berbentuk prisma dengan ujung lainnya dibuatkan penempatan benang kait.  Namun dapat juga dijumpai dalam berbagai bentuk lainnya daimana salah satu ujung nya tetap dibuat runcing.

 

Pemakaian Unting – unting

Beberapa pemakaian yang sering dijumpai dalam pekerjaan bangunaan adalah untuk pengukuran ketegakan bekisting, ketegakan kayu saat setting kusen pintu dan jendela, pembuatan benang horizontal pemasangan dinding bata, penarikan titik pusat suatu jarak dan beberapa jenis pekerjaan lainnya.

Pemakaian unting unting adalah sangat mudah, dengan mengikatkan pada kaitan besi bandul maka alat ini sudah bisa dipergunakan. Misalnya kita ingin mengukur ketegakan suatu  tiang, langkah pertama yang kita lakukan adalah membuat paku ikatan pada salah satu ujung atas dari balok (dianjurkan jarak dari bawah tidak terlalu dekat, diusahakan diujung atas tiang). Kemudaian benang diikatkan pada balok dan  unting unting diturunkan secara perlahan. Tunggu posisi unting unting sampai pada posisi diam. Untuk mengukur ketegakan adalah menchek jarak benang atas ke tiang dan kemudian membandingkan jarak benang (as unting-unting ) ke tembok. Jika ukuran jarak atas dan bawah sudah sama maka tiang sudah benar benar tegak. 

Pemeliharaan Unting Unting.

Bentuk alat ini sangat kecil, sehingga mudah hilang atau tertimbun oleh benda atau perlatan alinnnya. Dianjurkan setiaps elesai penggunaan benda ini disimpan dalam kotak perkakas. Dianjurkan supaya alat ini tidak terlalu banyak bersinggungan dengan peralatn besi lainnya karena akan merusak permukaannya.

 

Semoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Waterpass Tukang

Leveling atau Waterpass Tukang adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi rata  baik pengukuran secara vertikal maupun horizontal.

Ada banyak jenis alat leveling / waterpass yang digunakan dalam pertukangan, tapi jenis yang paling sering dipergunakan adalah waterpass  panjang 120 cm yang terbuat dari bahan kayu dengan tepi kuningan, dimana alat ini terdapat dua buah alat pengecehek kedataran baik untuk vertikal maupun horizontal yang terbuat dari kaca dimana didalamnya terdapat gelembung cairan, dan pada posisi pinggir alat terdapat garisan pembagi ayang dapat dipergunakan sebagai alat ukur panjang. 

Jenis Water Pass

Saat ini waterpass banyak dijumpai dalam berbagai ukuran dan bahan. Ukuran yang umum dapat dijumpai adalag waterpass dengan panjang 0,5 m, 1 m, 2m, dan 3 m. Umumnya berbentuk persegi panjang dengan lebar 5-8 cm dan tebal 3 cm. Kedua sisi mempunyai permukaan rata sebagai bidang yang ditempatkan ke permukaan yang akan diperiksa kedatran atau ketegakannya. Ditengah bagian adalah terdapat berbentuk lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebgai alat pemeriksaan kedataran, dan pada salah satu ujung terdapat lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebagai alat pemeriksaan ketegakan vertikal.

Bahan waterpass yang umum terdapat adalah dari bahan kayu dan aluminium. Umumnya orang lebih mengyukai waterpass yang terbuat dari bahan aluminium karena lebih tahan lama dan lebih ringan untuk digunakan.

Pemakaian Waterpass

Pemakaian waterpass dilakukan dengan sederhana , yaitu menempatkan permukaan alat ke bidang permukaan yang di chek. Untuk mengechek kedatran maka dapat diperhatikan gelembung cairan pada alat pengukur yang ada bagian tengah alat water pas. Sedangkan untuk menchek ketegakan maka dapat dilihat gelembung pada bagian ujung waterpas. Untuk memastikan apakah bidang benar rata maka gelembung harus benar benar berada ditengah alat yang ada.

Semoga bermanfaat !!!

3 Comments

Palu

Palu atau sering juga disebut orang martil adalah salah satu alat yang paling penting oleh tukang. Setiap tukang kayu harus memiliki minimal satu palu di kantong alat mereka. Meskipun tidak digunakan dalam  hampir setiap waktu tetapi alat ini harus tetap tersedia dalam suatu proses konstruksi.

Jenis Palu.

Palu terdiri dari beberapa macam dalam pekerjaan konstruksi, yang paling sering digunakan adalah palu besi, disamping itu ada juga palu kayu dan palu karet.

Palu besi adalah palu yang paling sering dipergunakan karena fungsinya yang apling banyak, terutama untuk fungsi pemasangan paku, pencabutan paku , pemukulan terhadap suatu benda dan juga untuk pembongkaran. Palu kayu umumnya dipergunakan untuk konstruksi kayu yang biasanya dipergunakan untuk pemukulan pahat dan juga pemukulan untuk pemasangan spin kayu. Sedangkan Palu karet biasanya berhubungan dengan pekerjaan yang membutuhkan pukulan yang berskala rendah dimana ditujukan tidak mencederai benda yang dipukul, biasanya alat ini dipakai untuk pemsangan keramik, pemasangan bata, pemasangan porselin dan juga materila material artistik lainnya.

Palu Besi terdiri dari dua jenis, yaitu palu yang berfungsi hanya sebagai pemukul dan jenis yang lainnya palu yang bisa sebagai pemukul dan juga bisa untuk mencabut paku.

Ukuran Palu Besi.

Pemilihan palu besi harus disesuaikan dengan penggunaannya, misalnya untuk pemakuan paku ukuran kecil misalnya 1 inchi harus disesuaikan dengan palu kecil ukuran berat 1 kg. Hal ini dimaksudkan supaya beban yang diterima oleh paku sesuai dengan berat tekanan dari palu ketika dipukulkan. Disamping itu juga akan mempengaruhi tenaga yang hars dikeluarkan oleh tukangnya.

Ukuran palu besi berdasarkan berat kepala ada yang terdiri dari ukuran  1/2 kg, 1kg, 2kg, 3kg, 5kg. Untuk palu besi 10 kg biasanya dipakai untuk alat pemecah beton. Ukuran panjang pegangan biasanya sudah disesuaikan dengan berat kepala palu.

Pemilihan dan Pemakaian Palu Besi

Disamping pemilihan berat palu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah palu dapat dipergunakan dalam berbagai fungsi. Palu yang dipilih  harus diperhatikan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan daya dorong kuku,  palu harus bisa difungsikan untuk membengkok  paku dan juga untuk mematahkan suatu benda dengan mudah. 

Tenaga yang diperlukan saat mendorong dan menarik suatu beban terhadap paku adalah terengaruh pada penempatan banyaknya tegangan pada pegangan, sehingga saat anda memilih palu anda juga harus memperhatikan jenis pegangan pada palu tersebut dimana anda harus memperhatikan kekuatan tegangan , kuatan ikatan tehadap kepala palu dan juga kenyamanan anda untun memegang palu tersebut.  Saklah satu desain terbaik saat ini adalah jenis palu dengan pegangan yang terbuat dari  fiberglass atau  baja yang ditutupi bahan  vinil atau pegangan karet . 

 Anda juga harus memperhatikan lekukan pada pegangan palu, dimana anda harus menyesuaikan dengan bentuk tangan anda, dimana hal ini berpengaruh terhadap  penyerapan getaran saat anda memukulkan palu terhadap suatu benda, dimana dengan semakin kecilnya getaran yang diterima oleh tangan maka akan mengurangi stres pada tangan dan pergelangan tangan. 

 Semoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Meter Ukur

Seperti namanya , alat ini adalah alat ukur yang sangat penting dipergunakan dalam bangunan. Setiap pekerjaan akan sering berhubungan dengan alat ini karena semua pekerjaan pasti berhubungan dengan ukuran.  Alat akur dapat dijumpai dalam berbagai bentuk dan ukuran, bahan alat ukur ada yang terbuat dari kayu, kain, plastik  dan juga dari plat besi. Umumnya alat ukur dibuatkan dalam dua satuan ukuran metrik yaitu dalam satuan meter dan inchi yang mana harus mengikuti ukuran standard yang berlaku. Meter ukur saat ini dipasaran banyak dijumpai dalam berbagi ukuran panjang. Meter ukur kecil biasanya mempunyai ukuran panjang 3 m dan 5 m. Sedangkan meter ukur panjang yang biasanya dalam bentuk roll terdapat dalam ukuran 10 m, 20 m, 30 m , 50 m dan 100 m

Pemilihan Pita Ukur

Pemilihan pita ukur harus memperhatikan beberapa hal yang penting supaya saat penggunaan dapat dipergunakan secara akurat, cepat dan mudah untuk dipergunakan.

  1. Untuk tukang yang paling populer dan sering digunakan adalah meter ukur panjang 3 m. Dalam pemilihan meter ukur harus diperhatikan jenis meteran harus memiliki standard metrik dimana harus terdapat ukuran meter dan inchi. Jenis meteran yang baik   harus memiliki mekanisme penguncian yang akan memungkinkan untuk menarik keluar panjang pita yang dibutuhkan dan kemudian mengunci alat sehingga tidak akan menarik kembali sampai terkunci.
  2.  Pada ujung titik nol meteran (biasanya dilapisi plat stainless) , harus diperhatikan mempunyai lobang kaitan yang agak longgar ataupun ujung berbentuk siku kaitan, dimana hal ini didesain untuk memudahkan tukang untuk melakukang pengukuran. Dengan lobang taupun ujung kait , maka tukang dapat dengan laleuasa mengaitkan meteran pada awal pengukuran dan menarik pada ujung lainnya yang diukur, sehingga pengukuran dapat dengan mudah dilaksanakan.
  3. Kotak meteran saat ini mempunyai bentuk yang berbagai macam, pemilihan meteran yang baik adalah meteran yang mempunyai bahan yang kuat dan tahan jika terjatuh. Karena sifat pemakaian yang sering terpakai dan dilakukan pada berbagai tempat maka alat ini mudah beresiko terjatuh. Diusahakan kotak meteran mempunyai kaitan ataupun tali kait sehingga tukang saat selesai memakai dapat dengan cepat mengaitkannya pada kantong yang tersedia. Jenis kotak yang paling baik adalah kotak yang terlindungi oleh bahan karet.

 Pemeliharaan Meter Ukur

Meter ukur berbentuk kecil , sehingga sering terlindung oleh benda lain. Saat pemakaian sudah selesai diusahakan alat ini langsung dikaitkan pada kantong ataupun disimpan pada tempat tertentu. Meter ukur yang terbuat dari besi sangat rawan terhadap karat. Dianjurkan meter ukur supaya tidak kena air ataupu  hujan. Jika kena hujan segera buka kotak dan lakukan penjemuran hingga betul betul kering dan kemudian dipasang sebagaimana mestinya. Saat penarikan meter ukur pada panjang terahkhir harus dihindari penarikan yang kuat karena beresiko membuat per tarik akan patah, sehingga meter ukur akan rusak dimana tidak bisa menggulung sendiri.

 

Leave a comment

Siku Ukur

Siku Ukur  adalah salah satu alat yang sangat penting dalam pertukangan. Siku ukur merupakan salah satu yang sering dipakai dalam dasar pekerjaan dan juga saat penguran bagian bagian yang sangat berhubungan dalam kesikuan bahan maupun ruang yang akan dikerjakan. Tidak hanya itu mungkin siku ukur adalah alat tercepat dan termudah untuk menandai garis persegi untuk pemotongan , tetapi dapat digunakan untuk dengan cepat menandai setiap sudut hingga 45 derajat dan 90 derajat dan juga alat yang paling sering dipergunakan untuk  mengukur sampai enam inci (20 cm). 

Siku Ukur L adalah alat ukur yang dirancang untuk membuat tanda persegi atau sudut pada suatu benda. Biasanya Siku Ukur tersedia dalam berbagai macam ukuran tetapi secara umum yang sering dipakai terdiri dari  2 model  yaitu Siku Ukur Kecil dengan panjang ukur  6 inchi  dan Siku Ukur besar  dengan panjang ukur 12-inci.

Fungsi dan Pemakaian :

Siku Ukur  memiliki tiga fungsi utama :

  1. Siku Ukur  paling sering digunakan untuk membuat tanda ataupun sebagai penggaris  pada suatu objek atau benda.
  2. Siku Ukur memiliki tanda sehingga mudah untuk menentukan sudut perkiraan  ataupun bidang potong. Dengan menempatkan pojok siku ukur pada  titik di mana sudut memenuhi sumbu panjang dan maka dapat dilihat  besaran  sudut pada suatu garis yang akan diukur. 
  3. Dengan siku ukur  memungkinkan pengguna untuk mengukur maupun membuat ukuran dalam ukuran kecil karena tersedia tanda ukuran panjangg.

Jenis Siku Ukur :

Siku Ukur ada dua jenis, yaitu dengan alat pengukur derajat sudut dan tanpa alat pengukur derajat sudut. Untuk tanpa pengukur derajat berbentu segitiga dan yang tanpa pengukur derajat sudut berbentuk L . Alat ini biasanya tersedia dari bahan aluminium dan stainles steel  dan juga dari bahan plastik. Siku Ukur dari bahan  aluminium dan stainles steel adalah alat yang paling baik diperguankan karena tahan lama dan tidak mudah pecah. Siku Ukur yang terbuat dari plastik sedikit lebih murah, tetapi  tidak terlalu tahan terhadap benturan sehingga mudah pecah.

Pemeliharaan :

Pemeliharaan alat siku ukur tidak terlalu sulit, hanya dipastikan supaya alat tersebut saat penyimpanan tidak terbebani oleh beban berat yang dikhwatirkan akan membuat permuakaan akan bengkok. Juga saat pemakaian dianjurkan supaya ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat karena biasanya alat ini sering terlupakan tertimpa oleh benda lain sehingga sering hilang.

 

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.