Mengurangi resiko bahaya gempa bumi di bangunan rumah kita

Sebuah kejadian gempa bumi adalah hasil pergerakan lempeng bumi yang mengakibatkan getaran yang terjadi dipermukaan bumi.  Sebagai dampak dari suatu gempa  bumi dapat menyebabkan terjadinya longsoran, banjir  dan kerusakan  bangunan rumah, dan dampak yang paling hebat adalah terjadinya tsunami.   Kadang kita sering khawatir tinggal dirumah kita bila terjadi hal tersebut, dimana tidak ada jaminan 100% yang menyatakan desain bangunan aman dari resiko gempa bumi, kita perlu mengantisipasi dan menjaga untuk mendapatkan resiko sekecil mungkin yang akan terjadi bagi kita.  Jika saat ini anda sedang merencanakan atau membangun rumah,   adalah perlu mempertimbangkan desain rumah anda secara teknis untuk menjaga dan mengantisipasi kerusakan bilamana terjadi gempa bumi.  Jika anda kurang mengerti tentang teknis bangunan, mintalah seorang engineer yang profesional untuk mendesain bangunan yang terbaik bagi anda.

Dibawah ini ada beberapa hal yang mungkin diperhatikan  dan perlu kita lakukan, dimana anjuran ini  berdasarkan  sebuah artikel tulisan seorang professional  dimana dalam penyusunan artikel ini mereka menyusunnya berdasarkan subjek masalah , resensi ilmiah, pemeriksaan kondisi lapangan (kejadian yang ada) dan juga hal hal dan usaha mendapatkan informasi yang lebih dipercaya:

  1. Mempertimbangkan untuk penggunaan bahan yang terbuat dari kayu. Berdasarkan penelitian,   kerusakan bangunan yang bahan strukturnya menggunakan kayu diakibatkan lebih kecil  dibandingkan rumah dengan struktur lainnya dengan type yang sama . Dari penelitian , kayu dan panel plywood biasanya disambungkan dengan paku menjadikan  konstruksinya lebih fleksibel.  Konstruksi kayu yang lebih fleksible dianjurkan digunakan diruangan untuk struktur bidang lebar dan melengkung. Untuk ruangan ruangan yang sering digunakan oleh anggota keluarga misalnya ruang tamu dan rung tidur dianjurkan penggunaan dinding dan plafon dari kayu.   
  2. Merencanakan bangunan   dengan ketinggian yang lebih rendah. Berdasarkah hasil penelitian yang dilakukan, bahwa rumah yang mempunyai struktur yang lebih rendah lebih sedikit resiko kerusakan yang didapatkan dibandingkan dengan rumah yang strukturnya lebih tinggi. Ini didasarkan atas sifat goncangan semakin tinggi maka goncangan akan semakin besar. Dari penelitian juga diindikasikan bahwa design yang aman terhadap gempa rumah adalah bangunan rumah  dengan struktur gemuk  dan  struktur rapat. Penggunaan kolom dengan bahan struktur beton bertulang dianjurkan tidak ukuran yang terlampau ramping dan dianjurkan dalam penampang yang sebanding dengan tinggi kolom.
  3. Penggunaan material material yang lebih ringan di struktur atap. Bangunan yang mempunyai struktur atap yang berat lebih memungkinkan cepat runtuh jika terjadi goncangan. Pemakain struktur atap baja ringan dan pemakaian genteng aluminium adalah pilihan yang lebih bagus untuk mendapatkan beban atap yang lebih ringan.
  4. Penggunaan beton bertulang untuk pondasi  , dimana struktur  akan lebih fleksible dan tidak terlalu cepat runtuh didasar bangunan.
  5. Menghindari pemakaian struktur rumah dengan bentuk cantilever di bagian ruangan tengah bangunan. Jika ingin membuat balkon di lantai 2 dianjurkan supaya membuat lantai yang ditopang dengan tiang karena akan lebih aman untuk menghindari runtuhan.
  6. Buatlah desain rumah anda dengan lebih terbuka dan mempunyai akses jalan keluar masuk yang lebih banyak. Bilamana terjadi gempa maka akan lebih memudahkan untuk keluar. Jika rumah anda bentuk rumah tingkat usahakan tidak hanya fokus menggunakan 1 akses tangga saja. Lebih aman jika anda menyediakan tangga darurat dibeberapa tempat. 

 

Untuk rumah anda yang sudah selesai dibangun, anda juga dapat melakukan beberapa hal yang bisa mengurangi resiko kecelakaan yang muncul dirumah anda. Anda mungkin perlu melakukan beberapa perkuatan di bagian struktur rumah anda misalnya di struktur pondasi, lantai , dinding dan atap dengan berbagai bahan pengaman yang perlu bagi rumah anda.  Anda dapat menambah kekuatan / daya tahan struktur bangunan baik untuk menahan gaya geser  lateral maupun gaya dukung vertikal . Berikut hal yang mungkin anda bisa lakukan . Dan jika diperlukan anda bisa meminta tenaga propesial atau yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Kondisi Lingkungan :

  • Jika ada pohon yang sudah tua atau pohon yang hampir mati didekat rumah anda, sebaiknya segera dipotong untuk menghindari tumbangnya ke bangunan rumah.
  • Bila ada kabel listrik yang melintang diatap rumah anda, segera laporkan supaya dilakukan pemindahan atau perbaikan.

Faktor Tanah Dasar :

Kondisi tanah dasar tempat rumah anda bangun sangat mempengaruhi kerusakan bangunan oleh getaran gempa. Dianjurkan supaya anda melakukan pemeriksan jenis tanah di lokasi rumah anda. Anda bisa meminta tim engineering untuk mengecek jenis pondasi yang bagus untuk bangunan rumah anda. Jika memang perlu dilakukan perkuatan anda harus segera melaksanakannya. Jenis tanah berlumpur, jenis tanah berpasir, jenis tanah berbutir halus dan lunak adalah jenis tanah yang kurang bagus dimana akan lebih mudah pergeseran dan penurunan.

Pemeriksaan / Perbaikan bagian rumah:

  • Jika pondasi rumah anda masih menggunakan pondasi bata, lakukan perkuatan dengan menggantinya menjadi pondasi beton bertulang.
  • Pastikan dinding rumah anda didudukkan di atas sloof beton bertulang dan tertutup oleh balok/ring balok. Ditujukan untuk mengimbangi gerakan horizontal .
  • Periksa setiap dinding rumah anda, jika ada retakan pastikan retakan tersebut masih aman. Jika tidak segera lakukan penggantian  pasangan dinding yang baru.
  • Jika rumah anda terbuat dari dinding bata, pastikan dinding diikat oleh kolom. Jarak kolom yang dianjurkan 3-4 m.
  • Pastikan rumah anda mempunyai struktur kolom yang kuat menahan beban atap. Jika belum buatklah kolom yang kuat menahan beban atap.
  • Jika rumah anda menggunakan genteng beton, pastikan rangka atap / kuda kuda masih dalam kondisi baik,  pastikan setiap bagian kayu bebas dari ruskan rayap. Jika kayu sudah termakan rayap segera lakukan pergantian.
  • Periksa setiap persambungan rangka atap masih dalam kondisi kuat. Jika ditemukan kondisi sambungan yang kurang bagus lakukan penambahan plat besi untuk memperkuat sambungan. Jangan menambah persambungan yang mengakibatkan rangka semakin berat.

 

Semoga bermanfaat !!!

 

 

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: