Pemilihan bahan Jendela

Pemilihan bahan jendela yang sesuai dengan model rumah  adalah sangat penting untuk mendapatkan bertambahanya keindahan dari tampilan rumah, tetapi disisi lainnya adalah sangat perlu mempertimbangkan pemilihan dan model jendela berdasarkan biaya dan fungsi kegunaan bagi rumah. 

Yang jelas, saat ini banyak tipe dan bahan jendela yang dipasarkan , jendela dapat dijumpai dalam bebragai gaya, bentuk dan bahan. Sehingga kita perlu memahami kelebihan dan kekurangan dari jenis bahan jendela tersebut supaya hasil yang didapatkan akan lebih berguna bagi rumah tinggal kita. 

Jenis Bahan Jendela : 

Bahan bingkai dan kusen jendela secara umum yang dapat dijumpai dengan jenis bahan berikut :

  1. Jendela dan Kusen Aluminium. Jenis bahan ini saat ini harganya cukup terjangkau dan merupakan bahan yang paling efisien. Penampang yang lurus dan datar membuat bahan ini semakin banyak disukai oleh orang dan arsitek untuk  pemakaian konstruksi ultra modern, diamping itu bahan yang ringan juga membuat pelaksanaan pekerjaan menjadi mudah.  Bahan aluminium juga cukup kuat terhadap cuaca dan paling menguntungkan tidak akan terpengaruh oleh air. Hanya pada daerah tertentu yang mengalami musim dinging yang cukup panjang, bahan aluminium akan mengalami kondeensasi. Untuk perawatan untuk pembersihan secara berkala adalah hal yang mudah dilakukan supaya permukaan tidak mengalami pertumbuhan jamur.  
  2. Jendela dan Kusen Fibreglass. Jenis kusen ini mempunyai keunggulan dimana cukup ringan dan mudah untuk mengerjakannya. Sebagaimana dengan jendela jenis kayu , secara biaya pemilihan jendela dan kusen dari bahan fibreglass biayanya cukup efisien. Keunggulan lainnya adalah jenis fibre galss akan kelihatan lebih segar dan  lebih bersih. Penempatan jendela untuk bahan ini cocok untuk interior dan eksterior. Bahan fibreglass cocok untuk rumah model minimalis dan juga untuk perkantoran dan rumah type gedung.
  3.  Jendela dan Kusen Kayu. Kusen jendela saat ini adalah bahan yang masih favorit digunakan oleh masyarakat umum, walaupun saat ini untuk mendapatkan kayu sebagai bahan bangunan mulai sulit oleh peraturan dimana untuk penyelamatan lingkungan, masyarakat tetap lebih banyak menggunakan bahan kayu untuk kusen dan jendela. Bahan kayu memang sangat cocok untuk segala bentuk dan arsitektur rumah dan sangat mudah untuk dibentuk dan juga untuk dihias dalam berbagai bentuk warna, disamping itu untuk jenis kayu yang bagus maka daya tahan untuk umur penggunaaan sangat baik dipergunakan. Dan keunggulan lainnya dalah kusen dan jendela dapat menahan beban yang lebih kuat. Kelemahan kayau adalah akan mudah rusak bila sering terkena hujan dan adanya perubahan cuaca panas ke musim hujan. Disamping itu juga sering bermasalah dengan binatang rayap yang bisa menghancurkan bingkai dan daun jendela. 
  4. Jendela dan Kusen Vinyl. Sejauh ini pilihan yang paling populer untuk bahan jendela adalah mengggunakan bahan yang terbuat dari vinyl. Vinyl adalah energi efisien, terjangkau, dan terlihat bagus dan cocok dengan berbagai bentuk rumah modern. Sama halnya dengan jendela fibre glass , penggunaan bahan ini cukup mudah dikerjakan dan sangat tahan lama
  5. Jendela Kaca dengan berbagai variasi Kusen . Jendela kaca dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan variasi dan juga dapat dikombinasikan dengan variasi bahan bingkai jendela yang diinginkan.  

 

 

Leave a comment

Tips Pemilihan Jenis Tanki Air untuk Rumah

Musim kemarau dan kekekringan adalah bagian normal  dari kehidupan normal di banyak bagian dunia dan kejadiannya  ditimbulkan oleh perubahan iklim, tempat dengan curah hujan dimana bisa terjadi dalam jangka waktu yang . Akibat masa musim kemarau dan kekeringan tentu akan berpengaruh kepada tersedianya persediaan air bagi kehidupan manusia, hal ini tentu juga akan mempengaruhi pasokan air bagi kehidupan rumah tangga  baik di pedesaan dan juga didaerah perkotaan yang sudah dibantu oleh pelayanan penyediaan air oleh pemerintah.

Disamping oleh pengaruh alam, juga pasokan air tentu sering mengalami ganguan dari pihak penyedia, kemungkinan aliran berhenti disebabkan perbaikan  dan ada  juga kemungkinan  aliran air yang kecil oleh makin meningkatnya pemakaian masyarakat. Tentu secara pribadi kita harus mengantisipasi persediaan air bagi rumah tangga kita. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan stok penyediaan air dengan menempatkannya pada tanki air.

Dalam kaitan dengan dengan penyediaan air  di mana konstruksi dan bahan  adalah suatu aspek yang perlu diperhatikan, berikut ini beberapa jenis tanki air dan bahan yang umum digunakan, keunggulan dan kelemahannya.

1. Tanki Air Plastik

Tanki air plastik terbuat dari polietilen,  jenis tanki ini cukup  ringan dan Anda hanya perlu membuat suatu pondasi yang sederhana  sesuai dengan penempatannya. Jenis tanki ini banyak dijumpai dalam berbagai macam warna, biasanya dibentuk ke dalam plastik, dan umumnya mempunyai daya tahan lama antara 15- 25 tahun. Dari segi biaya  jenis tanki ini cukup murah.

Salah satu kelemahan utama dari tanki air jenis plastik  adalah  bahan yang terbuat dari petrokimia. Dimana setelah habisnya umur masa pemakaian, atau akibat kerusakan besar sehingga tidak bisa terpakai lagi, maka bahan  ini sangat sukar membusuk sehingga akan mengakibatkan racun pada lingkungan hidup. Tetapi oleh adanya sistim daur ulang yang semaikin membaik, bahan tangki air plastik yang tidak terpakai lagi  dapat didaur ulang  dengan mengantarnya ke pabrik daur ulang yang terpercaya.

 Beberapa kelemahan lainnya dari tanki air adalah, bocoran pada tanki tidak bisa kelihat secra kasat mata, umumnya baru bisa ketahuan setelah terisi air. Umumnya bocoran sering terjadi pada sambungan vertical dari tanki. Periksa sambungan secara  baik,  umunya sambungan yang mulus biasanya merupakan sambungan yang terhindar dari bocora.   Selain itu kekurangan lainnya dari tanki air adalah bahannya yng terbuat dari plastik maka jenis tanki ini adalah bahan yang mudah meleleh dan terbakar, sehingga tanki  ini tidak bisa ditempatkan pada daerah yang berdekatan dengan api atau daerah yang menghasilkan panas tinggi. Jadi anda harus mempertimbangkan pembelian jenis tanki air ini bilamana anda hanya mempunyai tempat  yang tersedia berdekatan dengan dapur.

Masalah lainnya adalah efek jangka panjang jika air tertahan di tanki air, walaupun sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menyatakan apakah ada pengaruh bahan kimiawi plasti akan berpengaruh pada air jika umur tanki sudah cukup lama. Yang perlu dilakukan adalah pemeliharaan untuk mencuci dan membersihkan tanki air secara berkala agar tanki tidak sampai berlumut.  Untuk penempatan tanki juga perlu diperhatikan supaya tidak tekena cahaya matahari langsung, dimana hasil penelitian untuk jenis plastik yang mengalami perubahan panas dan dingin secara terus menerus dan jika tanki sering dalam keadaan kosong, maka permukaan plastik akan bisa mengalami pecahan permukaan yang mana bahan plastik bisa tercampur ke air. Jadi dianjurkan supaya tanki ditempatkan dibawah tempat yang teduh. 

Untuk konstruksi dudukan tanki air ini dapat dibuat dari konstruksi kayu, konstruksi  besi dan konstruksi beton. Gambar contoh konstruksi besi dapat anda lihat disini.

2. Tanki Air Bahan Logam

Ada 3 jenis bahan tanki air yang terbuat dari bahan logam yaitu :

  1. Tanki Air Baja Galvanis
  2. Tanki Air Zincalume
  3. Tanki Air Stainles

 
Tangki galvanis  terbuat dengan proses  Hot-dip galvanizing dengan menggunakan bahan baja ,  atau besi dengan seng. Seng membantu memperlambat korosi. Jenis tangki galvanis dapat berlangsung dengan baik di bawah 5 tahun, setelah itu jenis tanki air ini sering mengalami karat jika ada bagian  lapisan mantel yang mengalami proses galvanising yang kurang baik, sehingga akan mudah berkarat karena sering berhubungan dengan  air.

 Tanki air Zincalume telah ada sekitar  30 tahun dan pada awalnya digunakan untuk bahan atap. Tanki air ini terdiri dari bahan campuran aaluminium 55%, seng 43,5% dan 1,5% silikon terikat pada baja. Daya tahan tanki air ini umumnya  sekitar 10-15 tahun.

Tanki air stainless steel terbuat dari bahan stainless  dengan lapisan konversi diterapkan pada permukaan baja untuk meningkatkan adhesi, kemudian poliester atau polietilen  primer  dan top coat dilapisi dengan cara oven suhu tinggi  . Jenis tanki ini mempunyai kekuatan lebih tahan lama hingga 20 tahun . Dengan pemberian lapisan polietilen untuk lebih membantu memperlambat korosi.

Untuk konstruksi dudukan tanki ini dapta diletakkan diatas konstruksi besi dan juga diatas plat beton.

3. Tanki Air Beton

Tanki air hujan yang terbuat dari beton memerlukan biaya  yang lumayan , dimana konstruksinya harus diperhitungkan mulai dari pondasi hingga baknya sendiri. Untuk rumah bertingkan setidaknya dapat didesai sedemikiajn rupa sehingga penempatan bak dapat direncanakan pada kolom yang dapat menahan beban tanki. Tapi jika tanki direncanakan terpisah dari bagian rumah, maka konstruksi harus diperhitungkan mulai dari pondasi, tiang kolom sampai bak diatas menaranya.  

Dalam pemakaiannya, tanki air dari beton harus dikerjakan sebaik mungkin, mengingat beton mempunyai cukup pori maka jenis tankai ini cukup mudah mengalami rembesan dan bocoran, sehingga pada pelaksanaanya permukaan tanki harus ditutupi dengan permukaan yang lebih rapat misalnya pemberian keramik  ataupun lapisan karpet lainnya.

Secara daya tahan, tanki dari beton tidak banyak terpengaruh terhadap cuaca panas dan dingin sehingga jenis tanki ini bebas ditempatkan didaerah terbuka. Dalam perawatannya tanki ahrus sering dibersihkan terhadap lumut dan kotoran lainnya.

4. Tanki Air Fibreglass.

Jenis tanki fibreglass adalah jenis tanki yang mempunyai daya tahan yang cukup lama, dan jenis tanki ini cukup kuat terhadap korosi dan tidak terlalu terpengaruh oleh bahan kimia. Kekurangan tanki fibre galss adalah karena bahannya yang mudah tembus cahaya matahari menyebabkan  jenis ganggan akan lebih mudah bertumbuh didalam bak. Tapi untuk  mengatasinya dapat dilakukan dengan pengecatan luar dari tanki sehingga cahaya akan berkuarang tembus kedalam tanki. Disamping itu fibreglass mudah rapuh, meninggalkan retak sehingga bisa mengotori air didalam bak jika umurnya sudah cukup lama.  Untuk konstruksi dudukan tanki jenis fibreglass dapat ditempatkan diatas konstruksi besi dan konstruksi beton

.

Tips pemilihan bahan tangki air :

  1. Pilihlah ukuran isi tanki yang anda butuhkan sesuai dengan keperluan dirumah anda, sesuaikan dengan tingkat pemakaian.
  2. Sebelumnay anda juga harus mempertimbangkan penempatan tanki yang akan anda beli, bila anda mempunyai rumah bertingkat anda harus mempertimbangkan apakah anda mempunyai areal di dak atap anda, and aharus mempertimbangkan bila anda harus membuat menara dimana anda harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
  3. Pertimbangkan pilihan jenis tanki yang akan anda buat, tidak hanya dengan biaya diawal tapi anda juga harus mempertimbangkan biaya perawatan dan juga daya tahan .
  4. Anda juga perlu mencari infroamsi lainnya bilamana didaerah anda harus memerlukan izin untuk pendirian menara air.
  5. Mintalah jaminan dari pihak penjual, usahakan untuk mendapatkan jaminan garansi yang lebih lama.
  6. Anda harus mempertimbangkan kemudiahan menginstal dan kemudahan untuk perawatannya.

Semoga bermanfaat !!!

1 Comment

Waterproofing

Waterproofing adalah bahan yang dipergunakan untuk melindungi bagian bawah suatu permukaan untuk meolak atau menahan rembesan dari bahan cair terhadap  struktur yang dilapisi.  Dalam pelaksanaannya material yang digunakan untuk melindungi  struktur akan dilapisi dengan lembaran logam,  membran , coating dan flash band self adhisive. Bagian struktur yang sering dilakukan adalah pemasangan waterproofing terhadap atap, palt beton dan dinding beton.

Jenis Waterproofing :

  1. Sistim Membran . Adalah perlindungan dengan meggunakan membran  atau lembaran yang terbuat dari karet terhadap permukaan struktur . Biasanya dipergunakan untuk  struktur dak atau atap beton. Lembaran membran di susun sesuai dengan keperluan seluruh permukaan struktur yang dilindungi.  Waterproofing dengan jenis membran terbuat dari bahan monomer  kimia, etilena, propilena yang dicampur dengan bahan karet. Sehingga campuran ini akan membentuk senyawa yang kuat dan padan dimana akan tahan terhadap perubahan cuaca dari panas matahari dan hujan. Dengan pemasangan yang sempurna maka permukaan akan tahan terhadap rembesan air dan juga tahan untuk menahan genangan air.
  2. Sistim Coating . Adalah perlindungan rembesan dengan menggunakan bahan polimer berbentuk bahan cat untuk menutup permukaan struktur yang dilindungi. Umumnya digunakan untuk perlindungan dinding, bak,  tanki dan juga dapat dipergunakan untuk perlindungan terhadap permukaan kayu. Untuk permukaan luas dan perlindungan yang lebih kuat dapat menggabungkan dengan bahan polyester pada permukaan yang dilindungi.
  3. Sistim Flashband Self Addhisive. Adalah perlindungan rembesan dengan menggunakan lembaran flashband yang berbentuk lembaran di rekatkan pada bagian permukaan struktur yang akan dilindungi. Lembaran ini terdiri dari beberapa lapisan yang  terdiri dari lapisan lembaran karet, membran polyester, aluminium foil dan lapisan cat penutup. Biasanya digunakan untuk pelindung permukaan atap, beton,  lantai dan lainnya.
  4. Sistim Pasta Logam.  Perlindungan rembesan dilakukan dengan menggunakan bahan logam  yang dibuat dalam bentuk pasta , dimana pasta ini di oleskan terhadap permukaan yang akan dilindungi . Bahan dibuat dari biji baja galvanis sehingga  pasta tidak mudah  berkarat  . Biasanya digunakan pada permukaan yang  ditujukan untuk menutupi celah permukaan.

Leave a comment

Jenis Cat dan Pemakaian

Beberapa jenis cat dan pemakaiannya dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Cat Alkyd Syntetic.  Adalah jenis cat yang mempunyai gloss tinggi yang digunakan untuk  eksterior dan interior dimana kuat terhadap cuaca dan jamur. Jenis cat ini dapat  dipergunakan untuk permukaan kayu dan besi.
  2. Cat Emulsi Styrene Acrylic. Adalah jenis cat yang mempunyai gloss tinggi yang digunakan untuk eksterior dan interior dimana kuat terhadap cuaca dan jamur. Jenis cat ini cocok dipergunakan untuk permukaan plesteran, beton, batako , hardboard, asbes dan tripleks.
  3. Wall Sealer. Adalah jenis cat yang dipergunakan sebagai cat dasar untuk penutup pori pori permukaan dinding plesteran yang baru dipasang sehingga permukaan akan lebih halus dan cat berikutnya akan lebeih melekat ke dinding plesteran.
  4. Zinc Chromate Primer . Adalah jenis cat  dasar untuk logam  yang bahannya terbuat dari zinc chromate. Cat ini ditujukan untuk menghindari karat pada logam. Biasannya dipergunakan untuk pengecatan logam, seng  , besi dan logam lainnya.
  5. Cat Duco.  Sering disebut sebagai cat dempul . Cat ini digunakan sebagai  cat dasar penutup permukaan kayu ataupun logam sehingga didapatkan permukaan yang lebih rapat dan melalui proses pengerjaan akan didapatkan permukaan yang lebih halus.
  6. Cat Melamic. Terbuat dari bahan resin amino dan alkyd.  Dipergunakan untuk pengecan kayu untuk membentuk lapisan cat  yang halus, rata dan tahan goresan dan menghasilkan kilap yang tinggi. Cat ini cocok dipergunakan untuk pengecatan kayu interior.
  7. Cat Stoving . Adalah jenis cat yang dipergunakan untuk pengecatan finishing logam.  Dalam pelaksanaannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dilakukan dengan sistim oven. Biasanya dipergunakan untuk pengecatan logam, barang elektronik , tabung dan lain nya.
  8. Cat Thermoplastic. Adalah jenis cat yang biasa dipergunakan untuk pengecatan marka jalan.
  9. Cat Epoxy . Adalah jenis cat yang dipergunakan sebagai cat dasar dan mempunyai daya ikat yang kuat sehingga sering  dipergunakan sebagai penutup permukaan sebelum dilakukan pengecatan. Jenis epoxy ini dapat juga dijumpai dalam berbagai bentuk seperti lem epxy, dempul  epoxy, dan epoxy injection. Dipergunakan untuk logam dan beton.
  10. Cat Polyurethane . Adalah jenis cat  transparan yang menghasilkan gloss tinggi dengan permukaan halus dan tahan gores.
  11. Cat Remover . Adalah  bahan kimia yang dipergunakan untuk merontokkan/ mengupas cat lama.

2 Comments

Langkah Keselamatan Menghadapi Gempa Bumi

Leave a comment

Pondasi Cerucuk

Pondasi Cerucuk adalah salah satu jenis pondasi yang biasanya diaplikasikan didaerah dengan kondisi tanah yang kurang stabil dimana umumnya dengan jenis tanah lumpur ataupun tanah gambut dengan elevasi muka air yang cukup tingggi.  Cerucuk dalam defenisinya  adalah susunan tiang kayu dengan diameter antara 8 sampai 15 meter yang dimasukkan atau ditancapkan secara vertikal kedalam tanah yang ditujukan untuk memperkuat daya dukung terhadap beban diatasnya.  Dalam konstruksinya ujung atas dari susunan cerucuk disatukan untuk menyatukan kelompok susunan kayu yang disebut dengan kepala cerucuk. Kepala cerucuk dapat berupa pengapit dan tiang -tiang kayu , matras, kawat pengikat , papan penutup atau balok poer.

Perlunya pemberian pondasi cerucuk didasarkan atas :

  1. Daya dukung tanah yang cukup rendah.
  2. Kesulitan saat konstruksi, dimana untuk mengerjakan pondasi dalam saat konstruksi akan mengalami kesulitan oleh ketinggian elevasi muka air tanah yang cukup tinggi.

Untuk perencanaan kedalaman dan jarak anatara tiang pancang harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan tanah.

Secara konstruksi, pelaksanaan pekerjaan  pondasi cerucuk  dapat dibagi atas :

  1. Perkuatan tanah dasar, dilakukan penggantian tanah dasar dengan menimbun tanah baru yang lebih stabil, dilakukan dengan menguruk tanah pada lokasi yang sudah direncanakan.
  2. Penancapan kayu cerucuk, dilakukan dengan menancapkan kayu terhadap lokasi pondasi yang akan dikerjakan, Pelaksanakan diseuaikan dengan jarak antar titik kayu dan kedalaman yang direncanakan.
  3. Pemasangan kepala cerucuk. Dialakukan dengan menyatukan ujung kepala kayu yang sudah ditanamkan dengan membuat ikatan antar kepala kayu dan dibuat bidang datar sebagai penempatan pondasi konstruksi yang direncanakan.

Kadang dalam hal tertentu, pondasi cerucuk ditanamkan pada kedalam tertentu dimana sebelumnya kita terlebih dahulu melakukan penggalian tanah asli sesuai dengan kedalaman yang direncanakan,  dan setelah itu baru dilakukan penancapan kayu cerucuk.

Untuk pelaksanaan pemancangan kayu cerucuk dapat dilakukan secara manual (tenaga manusia) dan dapat juga dilakukan dengan mekanik atau alat mesin yang sering disebut mesin pancang (back hoe). Pada prinsipnya kedua cara tersebut adalah melakukan pemberian tekanan ke kepala kayu pancang sehingga kayu akan tergeser secara vertikal kedalam tanah yang ditumbukkan.

Secara umum, untuk pondasi cerucuk kayu yang dipergunakan harus mengikuti persyaratan teknis yaitu :

  1. Kayu harus mempunyai diameter yang seragam yaitu antara 8 – 15 cm, dimana pada ujung terkecil tidak boleh kurang dari 8 cm dan pada ujung terbesar tidak melebihi 15 cm
  2. Kayu harus dalam bentang yang lurus  untuk kemudahan penancapan dan juga daya dukung yang makin besar.
  3. Jenis kayu harus merupakan kayu yang tidak busuk jika terendam air, kayu tidak dalam kondisi busuk dan tidak dalam keadaan mudah patah jika ada pembebanan.

Jenis kayu yang sering dipergunakan adalah :

  1. Kayu Gelam
  2. Kayu Medang
  3. Kayu Betangor
  4. Kayu Ubah
  5. Kayu Dolken

Semoga bermanfaat !!!

1 Comment

Stamper

Satmper atau istilah umum lainnya disebut stamping rammer adalah alat mesin yang dipergunakan untuk pemadatan tanah.  Alat ini merupakan alat yang sangat membantu untuk mempercepat proses pemadatan tanah timbun maupun pemadatan tanah asli kohesif. Disamping sebagai alat untuk pemadatan untuk bangunan gedung alat ini juga sering dipergunakan dalam pekerjaan pemadatan jalan , halaman dan juga untuk pekerjaan pemadatan timbunan lainnya.

Alat stamper saat ini banyak tersedia dalam bentuk dan model sesuai dengan merek pabrikan. Secara umum bagian dan cara kerja alat adalah sama . Alat ini umumnya meruapakan alat mesin yang menggunakan bahan bakar bensin dalam pengoperasian mesinnya.

Alat mesin ini secara umum terdiri dari bagian :

  1. Mesin, direncanakan sedemikian rupa oleh pabrikan sebagai sumber tenaga untuk mengubah rotasi roda gigi untuk mendapatkan gerakah vertikal secra timbal balik.
  2. Bingkai Pelindung dan Pegangan Pengarah. Adalah bagian alat luar yang dibentuk untuk melindungi bagian mesin dan juga menempatkan pegangan untuk dijadikan sebagai pengarah gerakan secara horizontal. Biasanya dibuatkan pegangan besi yang bisa dipegang oleh mekanik untuk mengarahkan alat sesuai dengan tempat yang akan di padatkan.
  3. Kaki Hentak. Adalah bagian alat yang direncanakan sedemikain rupa melanjutkan gerakan vertikal timbal balik dari mesin dimana dengan menempatkan pegas yang dipasangkan bergerak turun naik sehingga terjadi tumbukan dengan tenaga yang besar terhadap permukaan yang ditumbuk.
  4. Plat Tumbuk, adalah bagian alat yang terdapat dibawah kaki hentak yang merupakan bagian alat yang berhubungan langsung dengan permukaan tanah yang ditumbuk.

Cara Pemakaian Alat Stamper:

Pengecekan Alat

Sebelum pengoperasian mesin, terlebih dahulu harus memeriksa minyak yang ada dalam tanki mesin . Dianjurkan minyak tidak boleh terlalu penuh, karena dikhawatirkan oleh getaran yang cukup besar minyak akan bisa tertumpah. Bagian bagian mesin seperti mur dan baut harus diperiksa dimana tidak boleh ada yang longgar, kencangkan setiap mur dan baut untuk menghindari resiko pekerjaan dan juga memberikan pelumasan terhadap bagian yang dibutuhkan.

Menghidupkan Mesin

Buka katup bahan bakar ke posisi terbuka, kemudian atur posisi mesin ON/OFF ke posisi ON. Tarik grip pegangan secara cepat hingga mesin bunyi dan posisi hidup.. Setelah posisi mesin sudah hidup lakukan pemanasan kira kira 3- 5 menit pada kecepatan mesin yang dalam kondisi kecepatan rendah. Pada saat ini dialakukan pengecekan terhadap kebocoran gas dengan mengindentifikasi suara normal atau tidak.

Menjalankan alat

Setelah mesin dipanaskan kira kira 3-5 menit   pada kecepatn rendah secara perlahan lahan diatur posisi kecepatan tuas dengan memindahkan kait pengatur secara perlahan lahan  untuk menghidnari kerusakan kopling.  Stelah kait pengatur sudah di atur ke posisi kecepatan yang dibutuhkan  dengan perlahan alat diarahkan ke tempat yang akan dipadatkan dengan mengatur posisi pada pengangan mesin. Kecepatan arah horizontal harus diseimbangkan oleh operator , dimana harus dihindari pemadatan  disatu posisi pada jangka waktu yang cukup lama karena akan menyebabkan pergeseran arah horizontal akan sulit karena perbedan ketingggian, dimana dianjurkan alat berjalan secara kontiniu. Jika dibutuhkan pemadatan kembali ditempat diinginkan dapat dialakukan dengan menjalankan alat ketempat semula (putaran berikutnya).

 Pemeliharaan dan Penyimpanan Alat Stamper

Alat stamper harus dirawat secara berkala  baik terhadap mesin dan bagian lainnya, umunya harus dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap saluran bahan bakar, pemberian oli  mesin , dan pelumasan terhadap bagian kaki penghentak.

Untuk penyimpanan dianjurkan disimpan ditempat yang kering dan agak dingin. Tempat penyimapana juga dianjurkan dibuatkan rak penahan dimana alat disimpan tetap dalam keadaan berdiri dan harus terhindar dari benturan atau senggolan yang bisa menyebabkan alat terjatuh. Saat penyimpanan dianjurkan posisi minyak dalam alat dalam keadaan kosong.

Leave a comment

Jangka Sorong

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang sangat penting dipergunakan untuk melakukan pengukuran yang lebih teliti, umumnya alat ini dipergunakan untuk mengukur diameter luar, ukuran ketebalan dan juga ukuran dalam dari suatu benda. Saat ini jangka sorong ada yang tersedia dengan pengukuran secara manual dan pengukuran secara digital. Untuk pengukuran secara manual agak sedikit rumit dimana harus diketahui cara perhitungan nilai hasil ukuran. Sedangkan untuk jangka sorong digital hasil ukuran sudah didapatkan langung pada layar ukur.

Umunya bahan jangka sorong terbuat dari besi stainless dan ukuran harus sesuai dengan ukuran standard yang diisyaratkan. Dalam bangunan umumnya jangka sorong adalah alat yang sangat penting dipergunakan dalam pengukuran diameter besi.

Cara Pemakaian Jangka Sorong Manual :

Untuk pengukuran diameter besi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Tempatkan besi pada bagian ujung alat jangka sorong
  2. Lakukan pergeseran skala geser hingga diameter besi sudah tepat bersinggungan dikedua sisi bagian ukur jangka sorong.
  3. Kuncikan alat pengunci pada skala geser.
  4. Untuk mendapatkan nilai diameter besi dapat dilihat sebagai beikut. Lihat angka di skala diam dimana tepat dikiri angka nol skala geser (titik A). Kemudian lihat angka diskala geser dimana tepat garis bersinggungan dengan garis diskala diam (titik B).
  5. Maka nilai dimeter besi adalah A + (0.01 x B).

Pemeliharaan Jangka Sorong.

  1. Hindari penempatan alat pada tempat tempat yang panas karena dapat menyebabkan alat akan memuai sehingga hasil ukur tidak normal.
  2. Hindari penempatan ukuran yang dibebani oleh benda lainnya karena alat bisa jadi melengkung.
  3. Setiap selesai pemakaian usahakan alat sealu dibersihkan dan diolesi dengan minyak supaya alat tidak lekas berkarat.

Semoga bermanfaat !!!

Leave a comment

Plesteran

Plesteran adalah proses yang dilakukan dalam pekerjaan konstruksi yang meliputi pekerjaan penempatan bahan adukan perekat terhadap suatu bidang kasar yang ditujukan supaya permukaan menjadi rata. Penerapan umumnya ditujukan untuk meningkatkan penampilan permukaan dan secara konstruktif juga ditujukan untuk melindungi bidang dari cuaca seperti hujan, panas , dan lainnya. Bahan plesteran yang umum digunakan adalah menggunakan mortar yang juga sering disebut dengan plesteran. 

Tujuan Plesteran :

Tujuan utama dari plesteran  adalah sebagai berikut:

  1. Untuk membuat permukaan sebuah dinding lebih rapi, lebih bersih dan juga untuk membuat kesan penampilan lebih indah.
  2. Melindungi permukaan dari pengaruh cuaca dan iklim
  3. Untuk menutupi cacat atau kerusakan pada dinding atau bidang yang ditutupi.
  4. Menutupi kualitas bahan yang kurang baik pada  pasangan bata, sehingga dimungkinkan penambahan kekutan oleh penutupan dengan plesteran.
  5. Menjadikan dasar yang baik untuk proses pengecatan pada dinding
  6. Dengan plesteran maka penempelan debu akan lebih kecil pada dinding dibandingakan debu langsung menempel pada pasangan batu bata.
  7. Mempermudah pencucian atau pembersihan pada dinding

Jenis Plesteran :

  1. Plester semen  atau Mortar Semen  : Bahan yang paling sering digunakan dalam plesteran adalah adukan antara pasir dengan semen sehingga sering disebut orang dengan plesteran semen atau mortar semen. Perbandingan campuran pasir dengans semen adalah tergantung kepada jenis dan fungsi pemakaian plesterannya, komposisi yangs ering dipakai adalah  1 semen : 3 pasir, 1 semen : 4 pasir dan pemakaian 1 semen : 5 pasir sangat jarang dipergunakan. Cara pencampuran adukan adalah dengan terlebih dahulu mencampur pasir dan semen sesuai komposisi, dicampur secara merata kemudian diaduk dengan air sesuai dengan kekenyalan dan keliatan yang dibutuhkan. Campuran air tidak boleh terlalu cair karena akan sulit ditempelkan ke dinding demikian juga adukan yang terlalu kering sanat sukar menempel ke dinding dan ikatan yang tidak bagus. Waktu maksimum pemakaian dari adukan yang  baik adalah maksimal 30 menit setelah  plesteran  dicampurkan/ diaduk.
  2. Plester kapur atau Mortar Kapur.  Plesteran kapur menggunakan bahan kapur sebagai campuran dalam pembuatan adukan mortar dimana biasanya perbandingan komposisinya adalah 1 kapur : 1 pasir. Jenis plesteran ini sebtulnya jarang dipergunakan, umumnya dipergunakan didaerah tertentu yang banyak terdapat bahan kapur. Sebagai bahan adukan mortar penggunaan kapur harus mengikuti syarat teknis dimana kapur yang akan duipergunakan harus diolah secara mekanis sehingga didapatkan ukuran butir yang seragam. Ukuran yang diijinkan tidak boleh terlalu bangyak mengandung ukuran butiran halus . Secara fisik kapur yang dipergunakan harus bersih dari kandungan laiinya, berbutir tajam dan tidak tercampur oleh zat kimiawi lainnya. Dalam pencampuran dengan semen harus menggunaka air yang bersih.  Kapur yang baik dipergunakan untuk pleateran adalah jenis kapur yang yang berlemak dan tidak bangyak mengandung serpihan, dimana jenis kapur yang kurang berlemak dan banyak mengandung serpihan biasanya cepat membuat permukaan plesteran menjadi rusak seperti  kusam dan juga retakan retakan.  Untuk meperkuat ikatan plesteran kapur biasanya harus menambahkan semen sehingga jenis plesteran jenis kapur ini agak sedikit boros.  
  3. Plester Tanah Liat : Jenis plesteran ini bisanya dipergunakan secara tradisional. Biasanya pletaeran tanah liat ini tidak jauh bedanya bagaimana mengolah tanah liat menjadi batu bata. Dalam pelaksanaannya plesteran ini dilakukan dengan pencampuran adonan tanah liat dengan jerami yang sudah dihaluskan. Dan kadang didaerah tertentu tanah liat juga dicampurkan dengan kotoran sapi. Proses pencampurannya adalah dengan melakuan pengadukan secara basah antara tanah liat dengan jearmi halus atau kotoran sapi kemudian selama 7 hari adukan dibiarkan secara terbuka dan disiram secara berkala dan kontiniu.  Kemudian setelah tiba saat pelaksanaan plesteran adukan diambil dan kemudian dicampur dengan air secuai dengan kelatan dan keliatan yang diinginkan saat plesteran.

 

 

 

Leave a comment

Cara Memasang Lantai Kayu – Laminate Flooring

Mengerjakan lantai kayu Laminate flooring di atas lantai semen di rumah kita dapat kita lakukan sendiri dengan mudah dan sederhana. Dengan kesabaran dan sedikit energi, anda dapat mengerjakan sendiri untuk mendapatkan keindahan lantai di ruangan yang anda miliki. 

Untuk membantu anda dalam mengerjakan laminate flooring di ruangan anda , berikut panduan yang mungkin bisa anda gunakan.

Tahap Pertama : Pemeriksaan Kekuatan dan kerataan Lantai Dasar.

Lantai ruangan yang akan dipasangkan lantai kayu laminate flooring sebelumnya harus dichek kekuatan dan kerataan lantainya. Lantai dasar yang terbuat dari semen harus dipastikan tidak terdapat butiran atau bekas gundukan semen sehingga akan menyulitkan pemasangan lantai laminate flooring. Jika terdapat lantai yang dianggap kurang kuat segera dilakukan perbaikan.

Tahap Kedua : Penyesuaian Ruangan
Laminate floor sangat sensitif dengan kondisi suhu  dan kelembaban yang mana dapat mempengaruhi papan lantai. Lantai kayu laminate floor harus dilakukan penyesuaian suhu dan kelembaban ruangan di dalam rumah setidaknya  48 jam sebelum instalasi. Penyesuaian suhu dan kelembaman dapat dilakukan dengan cara menempatkan laminate flooring secara datar di lantai ruangan yang akan dipasang. Sebelum diletakkan di lantai semua bungkusan plastik pada lembaran laminate floring terlebih dahulu harus dibuka. Lembaran ditempatkan setidaknya tidak saling bertindih, tapi setidaknya harus disediakan ruang kerja untuk memotong dan memasang .

Tahap Ketiga: Membersihkan permukaan lantai dasar

Lantai dasar harus dibersihkan dari segala kotoran dan jenis minyak  dari permukaan lantai dasar. Sebelum pemasangan harus dipastikan dalam keadaan kering.

Tahap Keempat: Pemasangan Lembaran Penghalang Uap

Sebelum memasangkan lembaran kayu laminate flooring , latai terlebih dahulu harus ditutupi dengan lembaran yang dapat mengahalangi penguapan langsung dari lantai ke kayu. Untuk itu terlebih dahulu lantai dasar ditutupi dengan lembaran sejenis aluminium foil atau sejenis lembaran plastik lainnya. Lembaran ini harus saling menutupi supaya penguapan benar benar tidak bisa langsung terhubung ke kayu laminate flooring.

Tahap Kelima :  Setting  elevasi atas permukaan kayu  di bawah pintu

Untuk ruangan yang mempunyai pintu ,  terlebih dahulu harus ditentukan setting elevasi permukaan atas dari laminate flooring yang akan dipasangkan. Elevasi atas harus benar benar disetting sebaik mungkin supaya pintu dapat bergerak bebas waktu dibuka dan ditutup dan juga tidak mempunyai celah yang cukup besar ke lantai kayu yang sudah terpasang. Ikuti elevasi yang di setting ini ke seluruh ruangan yang ada, dan lakukan pembuatan benang panduan untuk elevasi ketinggian permukaan seluruh ruangan.

Tahap Keenam : Pemasangan Lembaran  Pertama

Untuk tampilan terbaik, letakkan  lembaran papan laminate flooring sejajar dengan dinding terpanjang.Pasang lembaran pertama dengan alur ke arah dinding. Letakkan lembaran dengan  jarak kira kira 1 cm dari dinding dan kemudian dorong papan ke arah dinding. Ruang ini ditujukan untuk mendapatkan space penggeseran lembaran berikutnya jika kondisi dinding yang tidak segaris sehingga pada ujung berikutnya masih mudah menggeser untuk mendapatkan kerataan terhadap dinding. Anda dapat mengatur spaser (jarak pandu) pada jarak lembaran berikutnya .

Tahap Ke Tujuh: Pemasangan Lembaran Berikutnya
Untuk pemasangan lembaran berikutnya anda sebelumnay sudah mempersiapkan lidah sambungan terhadap lembaran berikutnya. Hal ini ditujukan supaya lembaran papan laminate flooring tidak terlalu mudah bergeser. Dan hal ini dipercaya membuat ikatan anntar lembaran akan semakin kuat. Lakukan pembuatan lidah yang tidak terlalu sulit untuk penyambungan berikutnya. Juga pembuatan lidah sambungan akan membuat sambungan tidak terlalu monoton sehingga lantai akan kelihatan lebih indah.

Tahap Ke Delapan : Pemasangan Lembaran Terakhir
Pemasangan lembaran terakhir tentu akan terpengaruh dari sambungan lidah dari lembarabn lembaran sebelumnya. Pastikan anda mengikuti ukuran yang tepat pada sisa ruang terakhir, supaya tidak ada terdapat celah antar sambungan lembaran laminate flooring.

Tahap Ke Sembilan : Pemasangan Lembaran Pengunci

Pemasangan lembaran pengunci dilakukan  untuk tepi luar dari lembaran sehingga membuat lantai  lebih rapih .

 

Selamat mencoba !!!

1 Comment